Kisah Ketika Putri Diana Sempat Mencoba Bunuh Diri Saat Mengandung Pangeran William

Pada kesempatan lain ia menyilet pergelangan tangannya dengan pisau cukur. Diana kabarnya juga pernah melukai diri

Kisah Ketika Putri Diana Sempat Mencoba Bunuh Diri Saat Mengandung Pangeran William
TribunStyle
Lady Diana 

Malah ketika ia pingsan dalam acara pembukaan Expo '86 di Vancouver, Charles malah menegur, "Kalau akan pingsan, jangan di depan umum dong!"

Padahal Diana menderita depresi berat. Maklum wanita pemalu yang pernah terkenal  sebagai "Shy Di" itu mendadak jadi tokoh pujaan rakyat Inggris.

Diceritakan pula bagaimana Diana harus menahan rasa mual yang lazim pada kehamilan dan memaksakan diri tetap tersenyum di depan umum. Charles mengharuskannya tetap menjalankan tugas-tugas resmi tanpa peduli kondisi badannya.

Kubu Charles tentu saja memberikan versi yang berbeda. Menurut mereka, tidak benar Charles maupun keluarga Buckingham kurang memberikan dukungan kepada Diana. Kenyataannya, mereka memberikan Oliver Everett sebagai sekretarisnya.

Sayang, Everett yang sedang mencuat kariernya di deplu, pada tahun 1985 dipindahtugaskan oleh Diana ke bagian perpustakaan Istana Windsor.

Di bagian lain diceritakan bagaimana kesalnya Diana atas sikap Charles terhadap anak-anaknya. Misalnya ketika Pangeran Harry lahir, Charles yang menginginkan anak perempuan diceritakan memberikan komentar hambar, lalu pergi bermain polo.

Padahal, menurut seorang kawan Charles, sehabis menengok Diana dan anaknya, Charles pulang ke Istana Kensington, membuka sebotol sampanye dan merayakan kelahiran Harry bersama stafnya.

Diana membutuhkan waktu 6 tahun untuk mengatasi rasa canggung berhadapan dengan publik. Untung saja ia punya karunia khusus yang diwarisi dan ibunya, yaitu keahlian menyembunyikan perasaan di balik senyum menawan.

Penyakit Diana yang kini terkenal adalah bulimia. Jika stres menyerang, ia kehilangan kontrol atas nafsu makannya. Diana bisa makan terus-menerus, kemudian muntah.

Keinginan untuk bunuh diri termasuk salah satu gejalanya, di samping membenci diri sendiri dan depresi. Uniknya, penderita umumnya tidak mengaku bahwa mereka sakit. Dari luar tetap saja mereka kelihatan bahagia dan senang menolong.

Halaman
1234
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help