Kisah Ketika Putri Diana Sempat Mencoba Bunuh Diri Saat Mengandung Pangeran William

Pada kesempatan lain ia menyilet pergelangan tangannya dengan pisau cukur. Diana kabarnya juga pernah melukai diri

Kisah Ketika Putri Diana Sempat Mencoba Bunuh Diri Saat Mengandung Pangeran William
TribunStyle
Lady Diana 

Diana sendiri semakin gencar diuber. Di sekolah Pangeran Harry para wartawan sampai menyewa tangga pemadam kebakaran untuk mengintip ke balik tembok sekolah itu.

Tapi pers pun diserang. "Sunday Times keliru sekali menerbitkan detil-detil kehidupan pribadi Pangeran dan Putri Wales," kata Sir John Stokes, anggota parlemen dari Partai Konservatif.

Malah Harold Brooks-Baker, direktur penerbitan Burke's Peerage, bicara lebih dramatis, "Pemuatan serial itu di Sunday Times sama saja dengan memalu paku pertama pada peti mati sistem monarki Kerajaan Inggris."

Uskup Agung Canterbury George Carey, pemimpin spiritual Gereja Anglikan, tak ketinggalan berkomentar. Katanya, kali ini pers sudah keterlaluan. Mereka sudah tidak lagi  menghargai nilai-nilai manusiawi mendasar yang diakui masyarakat  umum.

Yang dampaknya bisa serius bagi dunia pers sendiri adalah serangan dari Komisi Keluhan terhadap Pers. Mereka menuduh para jurnalis itu terlalu usil mengurusi hidup orang lain. Komisi ini bertugas mengawasi tingkah laku pers Inggris.

Atas desakan parlemen, peraturan pengawasan dibahas ulang Juli lalu oleh pemerintah Inggris guna lebih mengendalikan ulah pers yang semakin getol mengusik kehidupan pribadi orang.

Tak kurang dari Harrods,  toserba kelas tinggi di London, menyatakan ogah menjual buku yang sangat laris itu.

Pihak pers tak mau kalah berkilah. The Sun, koran paling laris, menulis; "Kita toh tak dapat kembali ke zaman tahun '30-an, ketika hubungan cinta raja dengan wanita yang sudah menikah bisa disembunyikan dari seluruh bangsa atas perintah istana, pemerintah, dan gereja."

Koran ini mengacu pada kasus Raja Edward VIII. Editor Sunday Times Andrew Neil menangkis kritik dengan berkilah perkawinan seorang calon raja Inggris adalah memang masalah banyak orang, sehingga sah saja keputusannya memuat kutipan buku Andrew Morton secara berseri.

(Tulisan ini pernah dimuat di Majalah Intisari edisi Agustus 1992)

Editor: Iwan Satriawan
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help