Artidjo Alkostar, Musuh Menakutkan bagi Koruptor Pilih Beternak Kambing di Kampung Halaman

Hakim agung yang menjadi momok menakutkan bagi para koruptor, Artidjo Alkostar (70 th) pensiun setelah mengabdi 18 tahun.

Artidjo Alkostar, Musuh Menakutkan bagi Koruptor Pilih Beternak Kambing di Kampung Halaman
SERAMBI/M ANSHAR
Hakim Mahkamah Agung, Artidjo Alkostar berbicara di hadapan wartawan di sela sela kunjungan ke Pengadilan Negeri Banda Aceh, Selasa (2/5/2017). 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Hakim agung yang menjadi momok menakutkan bagi para koruptor, Artidjo Alkostar (70 th) pensiun terhitung Selasa (22/5/2018) setelah mengabdi 18 tahun.

Namun, semangatnya tak kendur di usia senja dan berencana beternak kampung, menjadi pengajar S-2 hingga mengelola kafe di kampung halaman.

Hal itu disampaikan Artidjo Alkostar saat berbagi cerita rencana hidupnya pasca-pensiun kepada wartawan di media center Mahkamah Agung (MA), Jakarta, Jumat (25/5/2018).

Artidjo mengatakan dirinya akan melakoni kegiatan lamanya memelihara kambing di tanah kelahirannya, Situbondo, Jawa Timur.

"Jadi saya akan pulang kampung memelihara kambing. Tidak mau muluk-muluk saya. Pulang kampung (pelihara kambing)," ujar Artidjo.

Baca: Penghina Ustaz Abdul Somad Sempat Dicari Warga dari Sejumlah Kota, Sekarang Mau Diajak Gabung

Artidjo memastikan tak kembali lagi ke habitat lamanya sebagai advokat karena lebih menginginkan menghabiskan hari tua sebagai orang desa.

"Seperti saya katakan tadi, nanti baca di buku saya ini, ada gambar saya dengan kambing, bergaul dengan kambing," kata Artidjo seraya menunjukkan sebuah buku berjudul 'Artidjo Alkostar: Titian Keikhlasan, Berkhidmat untuk Keadilan'.

Pria yang telah mengabdi selama 18 tahun sebagai hakim agung ini mengatakan akan mengisi masa pensiunnya dengan mengajar S2 di Fakultas Hukum UII Yogyakarta dan mengelola tiga cafe di kampung halaman orangtuanya di Sumenep, Jatim.

"Di Jogya dimana saya mengajar S2. Saya sudah punya kafe semacam warung, Madurama Caffe di Sumenep. Karena orang tua saya dari Sumenep saya sering di sana. Nantinya saya akan tinggal di tiga titik itu," terang pria kelahiran 22 Mei 1948 itu.

Artidjo Alkostar
Artidjo Alkostar (kompas.com)

Artidjo yang duduk di kursi dengan badan mulai membungkuk itu terlihat beberapa kali batuk dan menggunakan inhaler putih ke hidungnya.

Namun, dia tetap semangat melayani satu per satu pertanyaan dari para wartawan.

Selain itu, Artidjo juga mengaku mempunyai usaha rumah makan yang dikelola oleh dua keponakannya, Adi Sutan dan Aknandari Malisi Adiar.

Halaman
1234
Editor: fitriadi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved