Gapabel Gelar Buka Puasa Bersama dan Menonton Film Dokumenter Kerusakan Lingkungan

Gapabel mengelar buka Puasa Bersama dalam rangka pererat tali silaturahmi serta memperkuat solidaritas dalam menjaga alam dari kerusakan

Gapabel Gelar Buka Puasa Bersama dan Menonton Film Dokumenter Kerusakan Lingkungan
Bangka Pos / Disa Aryandi
Suasana berbuka bersama Gapabel, Sabtu (26/5) sebagai bentuk mempererat silaturahmi. 

Laporan Wartawan Pos Belitung, Disa Aryandi

BANGKAPOS.COM, BELITUNG - Momen bulan Suci Ramadhan juga dimanfaatkan oleh Komunitas Gabungan Pencinta Alam Belitong (Gapabel)  untuk mempererat silaturahmi sesama anggota dan pecinta alam  dengan mengelar buka puasa bersama.

Kegiatan bukber dilakukan di Cafe 9 Life Jalan Yos Sudarso Kelurahan Kota, Kecamatan Tanjungpandan Kabupaten Belitung, Sabtu (26/5/2018).

"Ini memang sengaja kami langsungkan, untuk memupuk silaturahmi antar sesama pegiat alam bebas. Ini buat mengisi kegiatan ramadan juga," ucap Ketua Gapabel Pifin Heriyanto .

Pifin berharap, kegiatan seperti ini untuk membentuk solidaritas dan kekeluargaan sesama keluarga besar Gapabel. Sebab yang hadir pada bukber tersebut, mulai dari anak-anak personil Gapabel hingga istri personil Gapabel tersebut.

"Tentunya ini untuk memupuk rasa persaudaraan kami di internal Gapabel dan menularkan serta memupuk rasa pecinta alam kepada anak dan istri para personil Gapabel," ujarnya.

Hadir juga dalam kegiatan tersebut, Organisasi Arcapada, Sitepala SMK Negeri 2 Tanjungpandan, Mapala Akademi Manajemen Belitung (AMB). Acara juga diisi dengan menonton film dokumenter tentang kerusakan alam yang ada di Belitung 

Film Dokumenter tersebut menceritakan tentang kerusakan yang ada di perairan terutama di Laut Belitung dan Belitung Timur.

Kerusakan itu mulai terlihat setelah adanya aktivitas kapal isap Produksi (KIP) beberapa waktu lalu di perairan Pering Kelapa Kampit dan aktivitas Kapal Bor PT Timah di Perairan Pudong Kecamatan Manggar.

"Ini tidak boleh dibiarkan, kerusakan di daerah daratan sekarang sudah jelas terlihat. Perairan laut apalagi, jangan sampai ini membuat tambah sengsara masyarakat nelayan. Kerusakan selama ini, sudah cukup jangan ditambah lagi," tegasnya

Kata alumni AMB itu, perlawanan terhadap kegiatan pengrusakan pulau Belitong dari aktivitas tambang, dan penebangan pohon secara liar, kini tetap tidak akan melemah. Terutama kerusakan yang ada diperairan laut, tetap Gapabel bersikap akan melakukan perlawanan.

"Karena dampak dari kapal isap, bukan hanya segelintir orang, tapi seluruh masyarakat. Mulai dari kesulitan mencari biota laut sebagai penghasilan nelayan pesisir, hingga dampak ekonomi harga ikan menjadi naik, belum banyaknya ponton isap yang akan menyusul untuk siap masuk menambang dilaut. Itu tidak bisa dibiarkan," pungkasnya. (*)

Penulis: Disa Aryandi
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help