Gerimis Iringi Pemakaman Bong Djoen Po, Selamat Jalan Sosok Guru Yang Pengasih

Rasa haru menyelimuti pemakaman Bong Djoen Po, Tokoh Masyarakat Desa Pohin Air Duren Kecamatan Pemali Kabupaten Bangka

Gerimis Iringi Pemakaman Bong Djoen Po, Selamat Jalan Sosok Guru Yang Pengasih
Bangka Pos/Nurhayati
Yusri Lestari putra bungsu Bong Djoen Po saat turun langsung mengurus pemakaman bapaknya, Sabtu (26/5/2018) di Pemakaman Keluarga, Pohin Air Duren. 

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS, BANGKA -- Rasa haru menyelimuti pemakaman Bong Djoen Po, Tokoh Masyarakat Desa Pohin Air Duren Kecamatan Pemali Kabupaten Bangka, Sabtu (26/5/2018) siang di Pemakaman Keluarga, Pohin Air Duren tepat jam 11.00 WIB siang.

Satu persatu keluarga mulai dari sang istri Lim Ngit Sa bersama anak-anaknya, menantu, cucu dan cicitnya menaburkan bunga di atas peti jenazah Bong Djoen Po, mengantarkan kepergian orang yang sangat mereka cintai.

Hujan gerimis mengiringi pemakaman Bong Djoen Po yang wafat diusia 101 tahun. Selama hidupnya Bong Djoen Po mengabdikan dirinya untuk dunia pendidikan.

Saat ia dimakamkan banyak kalangan guru, birokrat, pengusaha hingga anak-anak didiknya menghadiri pemakaman tersebut.

Di mata Yusri Lestari, putra bungsu Bong Djoen Po, bapaknya merupakan sosok yang sangat pengasih dan selalu mengayomi anak-anaknya.

"Papi saya seorang yang luar biasa tidak pernah marah, tidak pernah memukul kita. Hidup dia damai, tenang. Papi saya ini juga nggak pernah marah sama orang, hidupnya enjoy," puji pengusaha dari Kabupaten Bangka saat ditemui bangkapos.com di sela-sela pemakaman ayahandanya.

Menurut Yusri yang akrab disapa Afui selama ini bapaknya menjadi guru Bahasa Mandarin di sekolah Tionghoa di Air Kenanga.

Dari sang ayah yang peduli bidang pendidikanlah membuat Yusri juga ikut jejak bapaknya memperhatikan bidang pendidikan. Bahkan Yusri menjabat sebagai Ketua Perbasi Babel,Ketua Yayasan Puri Tri Agung dan Ketua Paguyuban Kenanga Bersatu.

"Bapak saya mengajar anak-anak kecil, sekarang mungkin TK tapi dulunya setingkat SD. Bapak saya mengajar di Air Kenanga, disini juga (Pohin Air Duren-red) dan Sungailiat juga pernah," ungkap Yusri.

Halaman
12
Penulis: nurhayati
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help