Mahasiswa Asal Bangka Selatan Ini Rela Tidur di Bandara Demi Mudik Lebaran

Mudik ke kampung halaman pada momen lebaran Idul Fitri merupakan impian semua para perantau di kota-kota besar. Rindu akan bercengkrama

Mahasiswa Asal Bangka Selatan Ini Rela Tidur di Bandara Demi Mudik Lebaran
Istimewa
Eka Nurulia gadis perantau asal desa Tiram 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Putrie Agusti Saleha

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Mudik ke kampung halaman pada momen lebaran Idul Fitri merupakan impian semua para perantau di kota-kota besar. Rindu akan bercengkrama dengan keluarga di hari besar umat muslim tersebut menjadi salah satu alasannya.

Adalah Eka Nurulia seorang mahasiswi pendidikan Ilmu Fisika di salah satu universitas swasta Yogyakarta yang harus rela menginap di Bandara agar dapat pulang dan merayakan Idul Fitri bersama keluarga.

"Mudik tahun ini harga tiket sangat mahal, jadi terpaksa harus menginap di bandara Soetta, karena penerbangan dari Jogja malam kemudian transit di Jakarta dan penerbangan ke Pangkalpinang pagi keesokan harinya," ujar Eka ketika dihubungi Bangka Pos, sabtu (26/5/2018).

Gadis yang berasal dari Desa Tiram, Bangka Selatan ini mengatakan bahwa ia dan rombongannya sengaja mengambil penerbangan tersebut karena lebih murah dibandingkan dengan harga penerbangan siang hari dan penerbangan langsung.

"Soalnya harga tiketnya lebih murah dibandingkan yang penerbangan siang dan langsung, apalagi saya di sini bersama adik saya, kasihan orang tua harus mengeluarkan biaya banyak untuk biaya tiket kami," ungkapnya. 

Eka mengatakan dirinya sudah memesan tiket pada Sabtu (9/6/2018) dengan harga Rp 1,2 juta padahal jika hari biasa harga tiket hanya berkisar Rp 700 ribuan saja.

"Sudah beli dari lama dapat harga segitu, sekarang tiket sudah berkisar 1,6 juta. dari Jogja Magrib, sampai di soetta malam, jadi saya terpaksa tidur dibandara untuk penerbangan besoknya," ujarnya.

Pantau Tiket Sejak Lama Agar Dapat Tiket Murah

Kiri: Pradana Prisma Sanjaya, Kanan: Eko Riady
Kiri: Pradana Prisma Sanjaya, Kanan: Eko Riady (Kolase)

Menjadi pekerja di kota orang dan jauh dari keluarga harus bersiap-siap mengeluarkan kocek lebih ketika musim mudik datang. Harga tiket maskapai penerbangan yang melonjak berlipat-lipat menuntut para pemudik untuk selalu mencari cara agar mendapatkan harga yang terjangkau.

Pradana Prisma Sanjaya seorang pemuda Bangka yang bekerja di salah satu perusahaan di Ibukota Jakarta telah memantau harga tiket pesawat sejak jauh-jauh hari sebelum bulan Ramadhan agar mendapatkan harga yang tidak terlalu mahal.

"Saya beli tiket sudah dari tanggal 6 Mei lalu untuk mudik ke Bangka. Harga tiket pun sudah saya pantau dari jauh-jauh hari agar tidak dapat yang terlalu mahal," ucap Pradana ketika dihubungi Bangka Pos, sabtu (26/5/2018).

Agar mendapatkan harga yang tidak terlalu mahal, Pradana harus mengambil penerbangan di jam pagi. Dikarenakan harga tiket pada penerbangan pada jam-jam siang hari sudah melambung tinggi.

Sama halnya dengan Eko Riady, pemuda yang bekerja di kota Batam tersebut pun harus mengeluarkan uang lebih agar bisa merayakan lebaran Idul Fitri di kampung halamannya.

"Perbandingan harga tiket sudah sangat jauh dari biasanya, padahal saya pesan dari 3 minggu sebelum bulan Ramadhan untuk penerbangan Batam-Pangkalpinang, tapi demi lebaran bersama keluarga tak jadi masalah" imbuhnya. 

Penulis: Putrie Agusti Saleha
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help