Resahkan Masyarakat, Pabrik Arak di Simpang Jurung Digrebek Jatanras

Ada masyarakat resah masih maraknya penjualan arak kemudian kita selidiki diawali dengan membekuk

Resahkan Masyarakat, Pabrik Arak di Simpang Jurung Digrebek Jatanras
Ist

Laporan Wartawan Bangka Pos, Deddy Marjaya

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Tim Jatanras Ditreskrimum Polda Kepulauan Bangka Belitung menggerebek pabrik arak di Simpang Jurung Kecamatan Merawang Kabupaten Bangka dan penangkapan penjual arak dikawasan Kampung Jeruk Kecamatan Pangkalanbaru Kabupaten Bangka Tengah Sabtu (26/5/2018) malam.

Penggerebekan pabrik arak ini dipimpin langsung oleh Kasubdit Jatanras AKBP Wahyudi setelah mendapat kan laporan dari masyarakat yang resah akibat aktifitas penjualan miras diwilayah mereka.

Dari dua lokasi penggrebekan pabrik arak tersebut diamanakan ratusan liter arak murni siap jual, bahan baku pembuatan arak dan peralatan penyulingan arak.

"Ada masyarakat resah masih maraknya penjualan arak kemudian kita selidiki diawali dengan membekuk pembeli arak, penjual arak dan kemudian penggebekan pabrik arak," kata AKBP Wahyudi Minggu (27/5/2018).

Kegiatan yang dilaksanakan oleh tim jatanras Dirkrimum Polda Kepulauan Bangka Belitung tersebut dalam rangka operasi pekat  Menumbing cipta kondisi bulan suci Ramadhan.

Tim dipimpin oleh AKBP Wahyudi bersama Ipda Defriansyah dan anggota lainnya awalnya membekuk Ed (34) warga Simpang Jurung Kecamatan Merawang saat membawa 1iter arak Ed mengaku membeli arak dari Rk (32) kemudian Tim Jatanras langsung mendatangi kediaman Rk dan didapati dibelakang rumah ada Pabrik arak miliknya.

Saat polisi datang Rk sedang melakukan penyulingan arak.

Rk selanjutnya bersama seorang pekerjanya dan barang bukti diamankan ke Polda Kepulauan Bangka Belitung.

Barang bukti yang diamankan antara lain 9 jeriken arak ukuran 20 liter berisi arak murni, 11 ember besae bahan fermentasi, 21 drum bahan fermentasi, 3 dandang, 3 tungku masak, ragi,corong plastik, kayu pengaduk,
- 1(satu) buah corong plastik, gula pasir 3 kg, kayu bakar, 7 karung beras bulog.

Saat dicek didalam rumah polisi juga mengamankan plastik bening, botol aqua (untuk alat ukur), ragi, 1 karung beras, 2 liter arak yg di bungkus untuk di jual dan uang hasil penjualan arak Rp. 276.000.

Selanjut lokasi pabrik arak dipasang plice line dan dilarang beraktifitas.
Sementara itu tim jatanras juga melakukan pengecekan ke Kampung Kering kecamatan Pangkalanbaru.

Namun disini hanya berhasil mengamankan Ab (57)  yang kedapatan menjual arak dengan barang bukti 2 kantong plastik besar arak didalam toko miliknya.

Ab mengaku arak tersebut dibeli dari Bh namun saat dilakukan pengecekan kerumah Bh tidak ditemukan arak ataupun aktifitas pembuatan arak.
Bh mengaku sudah tidak lagi memproduksi arak.(*)

Penulis: deddy_marjaya
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved