Ustaz Abdul Somad Diundang MA, Gegara Tak Masuk 200 Mubaligh

Ustaz Abdul Somad memenuhi undangan Mahkamah Agung. Setelah sebelumnya muncul daftar 200 mubaligh

Ustaz Abdul Somad Diundang MA, Gegara Tak Masuk 200 Mubaligh
Capture Youtube
abdul somad 

BANGKAPOS.COM - Ustaz Abdul Somad memenuhi undangan Mahkamah Agung.

Setelah sebelumnya muncul daftar 200 mubaligh yang direkomendasikan oleh Kemnterian Agama.

Kemenag mengeluarkan rilis tersebut atas rekomendasi dari beberapa pihak.

Serta ada beberapa kriteria yang dipatok oleh pihak Kemenag sendiri.

“Selama ini, Kementerian Agama sering dimintai rekomendasi muballigh oleh masyarakat. Belakangan, permintaan itu semakin meningkat, sehingga kami merasa perlu untuk merilis daftar nama muballigh,” terang Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di Jakarta, Jumat (18/5/2018).

Namun dalam daftar tersebut, nama Abdul Somad tak terlihat tercantum.

Pasca daftar tersebut keluar, ada beberapa pro kontra yang keluar.

Namun, Abdul Somad sendiri nampaknay tak terlalu memersalahkan hal tersebut.

Pantauan TribunWow.com, Abdul Somad nampak mengahdiri undangan yang diberikan oleh Mahkamah Agung.

Hal tersebut terlihat dari unggahan foto di akun Instagram pribadinya, Jumat (25/5/2018).

Abdul Somad hadir di MA, pada Kamis (24/5/2018).

Baca: Gagalkan Penyelundupan 389.591 Benih Lobster, Menteri Susi Bilang Begini

Dalam foto tersebut ia terlihat dijamu oleh Ketua MA Muhammad Hatta Ali dan beberapa hakim lainnya.

Baca: Akhirnya Terungkap Hubungan Tukul dan Meggy, Tak Bisa Mengelak di Depan Hotman Paris

"Di Mahkamah Agung Republik Indonesia, bersama Yang Mulia Ketua Mahkamah Agung Prof. Dr. Muhammad Hatta Ali, SH. MH dan para hakim.

Jakarta, 8 Ramadhan 1439
24 Mei 2018," tulis Abdul Somad.

Sebelumnya, Abdul Somad juga memberikan lewat akun Instagramnya.

Ia mengatakan jika ia tak masuk daftar 200 rekomendasi mubaligh lantaran jadwalnya sudah penuh hingga tahun 2020.

Baca: Soal THR untuk Pegawai Honorer, Menteri Keuangan Berikan Rincian Ini

"Sebab kemenag tidak ingin mengecewakan masyarakt, karena saya penuh sampai april 2020," ungkapnya.

Sementara itu, Kemenag memastikan daftar tersebut tak hanya sampai situ saja.

Jika memang ada rekomendasi baru, daftar rekomendasi tersebut akan terus bertambah. (*)

Editor: Evan
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved