Menelusuri Jejak Kejayaan Islam di Tanah Melayu dari Masjid Al Osmani

Menyusuri jejak kejayaan Islam di tanah Melayu, kita memulainya dari Masjid Al Osmani

Menelusuri Jejak Kejayaan Islam di Tanah Melayu dari Masjid Al Osmani
Wikipedia
Masjid Al Osmani di Jalan K L Yos Sudarso, Kelurahan Pekanlabuhan, Kecamatan Medanlabuhan, Kota Medan, Sumatera Utara. 

BANGKAPOS.COM - Menyusuri jejak kejayaan Islam di tanah Melayu, kita memulainya dari Masjid Al Osmani di Jalan K L Yos Sudarso, Kelurahan Pekanlabuhan, Kecamatan Medanlabuhan, Kota Medan, Sumatera Utara.

Masjid cantik yang terkenal dengan nama Masjid Labuhan ini berada di tepi jalan yang padat kendaraan, sekitar 21 kilometer jaraknya dari pusat Kota Medan.

Para pengguna jalan yang melintas pasti akan menoleh sebab warna kuningnya begitu mencolok, khas Melayu.

Usia yang sudah menginjak 164 tahun tak memudarkan keelokan masjid di kawasan Medan Utara ini.

Masjid Al Osmani adalah rumah ibadah Islam tertua di Kota Medan, buah tangan arsitek Jerman GD Langereis.

Saat itu, Sultan Deli Mahmud Perkasa Alam yang tak lain putra kandung Sultan Osman Perkasa Alam meminta Langereis merenovasi masjid yang masih berbentuk bangunan sederhana dari kayu dalam tempo tiga bulan.



Warna kuning dengan irisan hijau mendominasi bangunan masjid(KOMPAS.com / Mei Leandha)
Warna kuning dengan irisan hijau mendominasi bangunan masjid(KOMPAS.com / Mei Leandha)

Permintaan sultan terpenuhi dengan lahirnya bangunan megah yang kuat unsur arsitektur India, Tiongkok, Timur Tengah, Eropa dan Melayu.

"Masjid dibangun Sultan Deli ke tujuh, Sultan Osman Perkasa Alam. Awalnya hanya rumah panggung dari kayu seukuran 16 kali 16 meter. Tujuan didirikan masjid untuk mengumpulkan umat Islam, suku Melayu, dan sebagai tempat pertemuan sultan dengan rakyatnya,” kata Ketua Pengurus Masjid Ahmad Fahruni, Jumat (25/8/2018).

Baca: Mutiara Ramadan: Demi Waktu

Di masa Sultan Mahmud, mulai 1870 sampai 1872 masjid mengalami banyak perombakan.

Mulai ukuran dan luas, desain bangunan, sampai bahan bangunan.

Halaman
123
Editor: fitriadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help