Jika Terbukti Melanggar Aturan, Pemkot Pangkalpinang Akan Beri Tindakan ke Baznas

Pjs. Wali Kota Pangkalpinamg Asyraf Suryadin menyatakan, pihaknya akan mengambil tindakan seandainya Baznas Pangkalpinang

Jika Terbukti Melanggar Aturan, Pemkot Pangkalpinang Akan Beri Tindakan ke Baznas
Bangka Pos / Dedy Qurniawan
Pjs Wali Kota Pangkalpinang Asyraf Suryadin (paling kanan) pada konferensi pers yang digelar di Rumah Dinas Wali Kota, Selasa (29/5/2018) siang. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Dedy Qurniawan

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Pjs Wali Kota Pangkalpinamg Asyraf Suryadin menyatakan, pihaknya akan mengambil tindakan seandainya Baznas Pangkalpinang benar-benar bersalah dalam kisruh acara Nuzulul Quran yang digelar Pemkot Pangkalpinang di halaman Ramayana, Minggu (27/5/2018) lalu.

Tindakan yang akan diambil adalah memproses Baznas Pangkalpinang karena terkait kode etik mereka dan mengganti ketua Baznas Pangkalpinang.

Tindakan kedua adalah meminta Ketua Baznas Panhkalpinang mengundurkan diri karena dianggap sudah merusak citra Baznas Pangkalpinang sebagai langkah pemerintah.

"Kalau ini betul-betul melanggar aturan, ada beberapa opsi yang akan kami berikan. Yang pertama adalah melakukan proses dulu, (alau benar-benar melakukan pelanggaran etik mereka, ya mau tidak mau ada proses penggantian. Opsi yang kedua, kalau memang tidak juga, kami mohon mengundurkan diri," kata Asyraf.

Asyraf menjelaskan hal ini pada konferensi pers yang digelar di Rumah Dinas Wali Kota, Selasa (29/5/2018) siang setelah mengusut adanya undangan kepada satu di antara paslon yang beredar di media sosial dan media online Konferensi pers tersebut dihadiri oleh Ketua Baznas Pangkalpinang RE Kamaloedin, Asisten 1 Bidang Pemerintahan Suparyono, Kabag Kesra Setda Kota Pangkalpinang Arham Naning, dan Kabag Humas Setda Kota Pangkalpinang Hasan Rumata.

Dilaporkan ke Bawaslu, Asyraf Siap Jelaskan Soal Kisruh Nuzulul Quran

Pjs. Wali Kota Pangkalpinang Asyraf Suryadin menanggapi kabar bahwa ia yang dilaporkan ke Bawaslu Pangkalpinang dan Komite ASN oleh Tim Hukum dan Advokasi PDI Perjuangan.

Dia mengatakan siap menjelaskan kejadian yang sebenarnya dari kisruh acara Nuzulul Quran yang "mengundang" satu dari empat paslon Wali Kota Pangkalpinamg Minggu (29/5/2018) lalu.

"Nanti akan kami tunggu informasi dari Bawaslu apakah kami akan dipanggil segala macam. Pada prinsipnya kami siap memberikan keterangan yang sebenarnya," kata Asyraf seusai menggelar konferensi pers terkait kisruh ini di Rumah Dinas Wali Kota Pangkalpinang, Selasa (29/5/2018).

Sebelumnya, Tim Hukum dan Advokasi PDI Perjuangan Bangka Belitung melaporkan Pjs Walikota Pangkalpinang Asyraf Suryadin ke Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) dan Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakumdu) Pemilihan Walikota Pangkalpinang 2018.

Langkah hukum ditempuh tim advokasi PDI Perjuangan setelah tim mengumpulkan sejumlah bukti dan saksi jika Asyraf sebagai Pjs Walikota Pangkalpinang dinilai sudah tidak bisa menjaga kenetralannya pada Pemilihan Walikota/Wakil Walikota Pangkalpinang 2018.

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved