Mengenang Jatuhnya Konstantinopel, 70-an Kapal Perang Diangkut Melintasi Pegunungan

Sampai pada masanya, yakni Pemerintahan Ottoman, Sultan Muhammad bin bin Muhammad bin Muhammad Bayazid (Sultan Muhammad Al-Fateh) berhasil...

Mengenang Jatuhnya Konstantinopel, 70-an Kapal Perang Diangkut Melintasi Pegunungan
kanalaceh
Konstantinopel 1 

TEPATNYA tanggal 29 Mei,  merupakan hari bahagia dan bersejarah bagi umat Islam.

Pasalnya, di tanggal inlah, ketika tentara Muslim yang dipimpin oleh seorang sultan muda telah berhasil merebut kota Konstantinopel.

Kota Konstantinopel, yang dikenal sebagai Istanbul sekarang adalah salah satu kota bersejarah dunia yang didirikan oleh Kaisar Roma, Kaisar Konstantinus pada tahun 330 Masehi, sebagaiman dilapokran oleh portal online setempat.

Kota ini yang sangat strategis dari segi administratif, ekonomi, dan militer. Kota inipun menjadi idaman para penguasa dunia untuk mendapatkan daerah itu, termasuk pemimpin dan komandan Prancis, Napoleon Bonaparte.

Dia pernah mengatakan bahwa jika dunia merupakan sebuag negara, maka Konstantinopel adalah kota yang paling diinginkan untuk menjadi ibu kotanya.

Dalam sejarah Islam, pembukaan kota telah ini telah dilakukan oleh tentara Islam sejak masa Kekaisaran Umayyah pada tahun 44 Hijriah.

Baca: Cerita Ustaz Abdul Somad Diusir Pejabat Saat di Rumah Makan, Nasib Si Pejabat Kini Menyedihkan

Baca: Ustaz Abdul Somad Dicaci, Kini Giliran Sahabatnya Diperiksa KPK, Ini Penyebabnya

Serangkaian perang berlanjut sampai masa pemerintahan Kerajaan Abbasiyah termasuk selama masa pemerintahan Khalifah Harun ar-Rashid pada tahun 190 Hijriah. 

Namun, upaya itu selalu dikalahkan oleh pasukan musuh. 

Sampai pada masanya, yakni Pemerintahan Ottoman, Sultan Muhammad bin bin Muhammad bin Muhammad Bayazid (Sultan Muhammad Al-Fateh) berhasil menaklukkan kota Konstantinope, ketika sang sultan tersebut berumur 21 tahun.

Setelah naik tahta menggantikan ayahnya, Sultan Muhammad Al-Fateh telah mempelajari rencana Kota Konstantinopel setiap malam untuk mengidentifikasi titik lemah, termasuk juga mengendap secara rahasia di kseitar sekitar dinding kota Konstantinopel.

SULTAN MUHAMMAD AL-FATEH.
SULTAN MUHAMMAD AL-FATEH. (mynewshub)

Baca: Warga Singapura Terkejut Saat Kim Jon Un Tiba-tiba Muncul di Marina Bay Sands

Baca: Inilah Potret Cantiknya Putri Diana Saat Masih Remaja, 8 Pria Tampan Inipun Tergila-gila

Sultan menginstruksikan pembangunan peralatan perang modern seperti meriam besar yang bisa mengebom 300 kilogram sejauh 1 batu sebagai persiapan perang.

Adapun kisah tersebut bermula pada 19 April 1453, perang pecah antara Muslim melawan tentara Kristen Ortodoks di bawah Kekaisaran Bizantium.

Dinding kota yang begitu kokoh dibangun secara berlapis-lapis sehingga sangat sulit ditembus umat Islam ketika itu, dan menyebabkan Sultan Muhammad Al-Fateh mengarahkan penggunaan menara bergerak yang lebih tinggi dari dinding benteng Bizantium yang memuat ratusan tentara.

Namun, pasukan Bizantium berhasil menghancurkan menara dan mencegah pasukan umat Islam.

Halaman
12
Penulis: asmadi
Editor: asmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved