Tim Safety Riding PT ASP Sosialisasikan Keselamatan Berkendara Kepada Pelajar di Paritiga

Sosialisasi ini juga merupakan wujud kepedulian Honda kepada para pengendara sepeda motor khususnya

Tim Safety Riding PT ASP Sosialisasikan Keselamatan Berkendara Kepada Pelajar di Paritiga
Ist
Sosialisasi keselamatan berkendara di Paritiga 

BANGKAPOS.COM--TIM Safety Riding dari PT Asia Surya Perkasa selaku Main Dealer Honda Bangka Belitung menggelar sosialisasi pendidikan aman berkendara (safety riding) di SMAS BAKTI Kecamatan Parittiga, Rabu (30/05/18) pagi.

Sosialisasi ini ditujukan kepada para siswa, dimana pada usia siswa SMA sudah mulai banyak dan cukup umur untuk mengendarai sepeda motor.

Sosialisasi ini juga merupakan wujud kepedulian Honda kepada para pengendara sepeda motor khususnya sepeda motor Honda.

Honda motor sebagai salah satu produsen besar sepeda motor di Indonesia, Honda juga gencar dalam menggelar sosialisasi keselamatan berkendara.

Sosialisasi ini juga disambut baik oleh para siswa, guru didukung penuh oleh Kepala SMAS Bakti Ibu Herniyati.

Dalam sosialisasi tersebut dijelaskan oleh Rigo selaku instruktur dari tim safety riding Honda terkait penyebab-penyebab kecelakaan yang sering terjadi.

"Penyebab kecelakaan di jalan raya dapat kita kelompokkan menjadi 3 kelompok, yakni berdasarkan manusia, lingkungan dan kendaraan. Bisa karena ketika sedang emosi kita mengendarai kendaraan akan menyebabkan kecelakaan, lalu kondisi motor yang kurang baik serta jalanan yang licin akibat hujan." Jelas Rigo dihadapan para siswa dan guru yang hadir.

Kemudian di lanjutkan dengan praktik lapangan keselamatan berkendara oleh Rahardi, instruktur safety riding Honda.

Praktik berkendara meliputi penggunaan atribut keselamatan berkendara, pemeriksaan kendaraan sebelum digunakan, bagaimana teknik mengerem yang baik, cara menikung ditikungan yang benar dan menjaga keseimbangan tubuh saat berkendara.

"Untuk mengerem yang baik terutama untuk motor model sport, kita tidak boleh menggunakan rem depan saja atau rem belakang saja. Namun ketika ngerem, harus ada kolaborasi antara rem depan dan belakang, 70 persen harus menggunakan rem belakang dan 30 persen menggunakan rem depan." ujar Rahardi.

Kemudian untuk kecepatan ideal ketika mengerem, menurut Rahardi harus pada kecepatan serendah-rendahnya.

"Ketika kita mengendarai kita lihat dulu keadaan jalannya, apabila jalan tersebut sepi, pada kecepatan 70 km/jam sudah termasuk kecepatan yang ideal untuk mengerem. Selain itu, kita juga harus memperhatikan faktor umur, keseimbangan badan dan responsif fisik serta keadaan motor yang baik." imbuhnya.(Adv)

Penulis: Iwan Satriawan
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help