83 PAUD di Pangkalpinang Terima BOP Rp 3,99 Miliar, Ini Aturannya

Pemkot Pangkalpinang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menyerahkan Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik berupa Bantuan

83 PAUD di Pangkalpinang Terima BOP Rp 3,99 Miliar, Ini Aturannya
Bangka Pos/Edwardi
Pemkot Pangkalpinang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menyerahkan Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik berupa Bantuan Operasional Pengelolaan (BOP) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) tahun 2018 di aula Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Edwardi

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pemkot Pangkalpinang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menyerahkan Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik berupa Bantuan Operasional Pengelolaan (BOP) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)  tahun 2018 di aula Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kamis (31/05/2018).

Kabid Pengelolaan PAUD dan PNF (Pendidikan Non Formal) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang, Jeanny Anepta mengatakan jumlah PAUD di Kota Pangkalpinang ada 97 tetapi yang menerima BOP hanya 83, sedangkan 14 PAUD lainnya tidak menerima.

"14 PAUD yang tidak menerima bantuan ini karena ada berbagai alasan, seperti ada 6 lembaga PAUD dalam binaan Kemenag, ada jugasekolah yang memang tidak bersedia mengambil bantuan, ada juga karena tidak memenuhi persyaratan,"  jelasnya.

Ditambahkannya, besar bantuan yakni Rp 600.000 per siswa per tahun. Jadi setiap lembaga PAUD yang menerima bantuan ini sesuai dengan jumlah siswa yang ada di sekolah itu.

"Total keseluruhan dana BOP yang diberikan untuk 83 PAUD itu  yakni Rp 3.990.200.000," katanya.

Begini Aturan Pembagian Penggunaan Dana BOP PAUD

Kabid Pengelollan PAUD dan PNF Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang, Jeanny Anepta menjelaskan kegunaan dana Bantuan Operasional Pengelolaan (BOP) PAUD sesuai dengan Permendikbud nomor 2 Tahun 2018 tentang petunjuk teknis penggunaan DAK Nonfisik BOP PAUD 2018, yaitu untuk kegiatan pembelajaran dan bermain minimal 50 persen.
Selain itu kegiatan pendukung 35 persen dan kegiatan lainnya 15 persen.

"Kegiatan pembelajaran dan bermain itu adalah untuk pembelian bahan pembelajaran dan bermain PAUD sesuai dalam kegiatan tematik," jelas Jeanny yang ditemui di kantornya.

Ditambahkannya untuk pembelian peralatan pembelajaran seperti kertas, spidol, crayon, pensil dan bahan habis pakai lainnya, terutama kegiatan parenting atau program pendidikan orangtua.

"Kegiatan pendukung seperti penyediaan buku administrasi, pembelian peralatan deteksi dini tumbuh kembang anak, pembelian obat-obatan ringan untuk isi kotak P3K, biaya pertemuan guru di kegiatan gugus PAUD, menghadiri kegiatan peningkatan kapasitas pendidik, transport petugas kesehatan yang mengunjungi lembaga, tambahan transport pendidik, penyediaan makanan tambahan siswa," jelasnya.

Dilanjutkannya kegiatan lainnya yang bernilai 15 persen yakni untuk perawatan sarpras, termasuk pengecatan ringan, dukungannpenyediaan alat-alat publikasi PAUD seperti membuat papan nama, poster dan lainnya.

"Selain itu untuk membantu membiayai langganan telepon, internet dan air," ujarnya.

Ditambahkannya meskipun lembaga PAUD menerima bantuan BOP PAUD ini, pihak sekolah tetap diperkenankan untuk memungut biaya atau iuran sekolah dari siswa didik.

"BOP ini sifatnya kan bantuan karena kalau hanya mengandalkan ini tidak akan mencukupi untuk biaya operasional sekolah, untuk gaji guru-guru dan lainnya," tukasnya.

Penulis: edwardi
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help