Media Harus Sebagai Kontrol Sosial Dalam Peliputan Masalah Pertambangan

Tidak hanya pemerintah yang melulu dikontrol, korporasi, termasuk perusahaan tambang yang tidak benar

Media Harus Sebagai Kontrol Sosial Dalam Peliputan Masalah Pertambangan
Bangkapos/Idandi
Workshop Jurnailis Pertimahan 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Idandi Meika Jovanka

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Direktur Pemberitaan media Indonesia,  Usman Kansong menyampaikan bahwa Media mesti hadir sebagai kontrol sosial dalam masalah pertambangan.

"Tidak hanya pemerintah yang melulu dikontrol, korporasi, termasuk perusahaan tambang yang tidak benar, juga patut diberitakan. Imbas akhirnya itu yang jadi perhatian. Kalau sudah kejadian, baru banyak pihak terhenyak," tuturnya Jumat (1/6/2018).

Ia pun menambahkan sesungguhnya ini adalah pertarungan antara kepentingan ekonomi dan kepentingan lingkungan. 

"Kepentingan ekonomi terkait investasu, industri, mata pencaharian rakyat dan sejenisnya. Sedangkan lingkungan meliputi polusi, kerusakan lingkungan, serta ekosistem," terangnya.

Usman pun menjabarkan bahwa yang bisa menjadi wasit adalah aturan hukum serta undang-undang yang berlaku.

"Kalau efek tambang sudah menyebabkan banjir, kesulitan mendapatkan air bersih, dan pencemaran lingkungan, baru masyarakat ribut. Padahal yang semacam itu bisa dihindari. Salah satunya dengan kontrol media massa," ungkapnya. 

Sebagai media harus selaras dalam menyeimbangkan antara kepentingan publik dan tata kelola tambang dengan prinsip etika jurnalistik agar tidal merugikan pihak lainnya.(*)

Penulis: Idandi Meika Jovanka
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help