Istri Pendeta Henderson Syok saat Tahu Suaminya Jalin Cinta Terlarang dengan Anak Angkat

Istri Pendeta Henderson Sembiring, I Br. Ginting, murung di dalam rumah usai kabar pembunuhan sadis oleh suami mencuat.

Istri Pendeta Henderson Syok saat Tahu Suaminya Jalin Cinta Terlarang dengan Anak Angkat
kolase/handover/metro24
Pendeta Henderson Sembiring Kembaren ditangkap 

BANGKAPOS.COM - Istri Pendeta Henderson Sembiring, I Br. Ginting, murung di dalam rumah usai kabar pembunuhan sadis oleh suami mencuat.

Br Giniting mulai murung ketika suaminya ditangkap oleh polisi setelah tujuh jam jenazah anak tirinya, Rosalina Siahaan ditemukan di kamar mandi gereja Gereja Sidang Roh Kudus.

Di dalam rumahnya di Dusun VI Nego Rejo Kecamatan Galang, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara istri Henderson hanya menangis.

//

Ketika ditemui Tribun Medan di rumahnya, Jumat (1/6/2018), Br. Ginting tak bersedia ditemui.

Kakak Br Ginting, M Br Ginting, mengatakan kalau istri Henderson menangis terus.

Ia mengatakan bahwa hingga kini pihak keluarga belum percaya Henderson yang dikenal sebagai pendeta nekat melakukan perbuatan keji kepada Rosalia.

Istri Henderson belum bisa tidur beberapa waktu terakhir.

Baca: Rosalia dan Ayah Angkatnya 4 Tahun Menjalin Cinta Terlarang, Dibunuh karena Sudah Punya Pacar

"Tadi malam gak bisa tidur dia ( I Br Ginting)."

"Ya menangis saja kerjanya, karena memang gak sangka bisa seperti itu."

"Aku rumah sebenarnya di Biru-Biru, karena kejadian ini datanglah aku kemarin."

"Adikku ini selama ini gak pernah berbuat yang aneh-aneh gak pernahlah menjelekkan nama keluarga," ujar M Br Ginting.

Kendati demikian kedua anak Henderson terus menguatkan sang ibu.

"Adikku belum siaplah jumpa wartawan. Nangis saja dia itu. Untung ada anak-anaknya yang menyuruhnya untuk kuat," katanya.

Pendeta Henderson Tak Tergabung Persatuan Gereja Indonesia

Gereja Sidang Rohkudus tempat kejadian pembunuhan sadis oleh Pendeta Henderson Sembiring kepada anak angkatnya Rosalina Siahaan tak tergabung dalam Persatuan Gereja-gereja Indonesia (PGI).

Ketua Persatuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) Sumatera Utara, Pendeta Darwis Manurung, mengatakan bahwa Gereja Sidang Rohkudus bukan bagian dari PGI.

Baca: 5 Fakta Terbaru Pelaku Pembunuhan Rosalia, Cemburu hingga Takut Ditinggal Sendirian di Tahanan

Ia mengatakan bahwa gereja itu berdiri sendiri di luar pengawasan PGI.

Pengangkatan pendeta di Gereja Sidang Rohkudus juga dilakukan mandiri.

Termasuk pendeta Hernderson pelaku pembunuhan sadis kepada anak angkatnya.

Henderson juga bukan dari pendeta dari PGI.

"Gereja Sidang Rohkudus Indonesia, bukanlah bagian dari PGI, mereka itu berdiri sendiri."

"Pendetanya juga sendiri, kami dari PGI tidak melakukan pengawasan sama mereka," ujar Pendeta Darwis seperti dikutip Tribunstyle.com dari Tribun Medan, Jumat (1/6/2018).

Baca: Model Cantik Simpanan Najib Razak Hangus Dibom Karena Diduga Tahu Skandal Korupsi

Darwis menjelaskan bahwa pendeta-pendeta di gereja yang tergabung dalam pengawasan PGI.

Selain itu ada juga pengawasan yang dilakukan Sinode gereja atau tempat pendeta bertugas.

Gereja yang tergabung dalam PGI juga terlebih dahulu menempuh sekolah pendeta.

"Pendeta di PGI harus sekolah. Kalau di gereja yang tidak terdaftar di kami, ada yang diangkat sendiri, karena ayahnya pendeta, atau kakeknya pendeta. Gerejanya juga biasanya didirikan sendiri oleh pendetanya," ujar Darwis.

PGI Kecewa Atas Kasus Henderson

Darwis mengungkapkan kekecewasannya terhadap kasus pembunuhan oleh Henderson.

Ia menilai kasus itu mencoreng nama gereja.

Apalagi semua tindakan Henderson dilarang dalam ajaran agama apa pun.

"Sebagai pendeta seharusnya menebarkan kasih sayang dan tidak membuat hal-hal tercela, karena dalam ajaran mana pun dilarang membunuh."

"Ini dia sudah melanggar perintah Tuhan. Hal demikian sangat tidak bisa ditolerir dalam PGI, " ujar Darwis.

Baca: Cantiknya Putri Tommy Soeharto saat Beranjak Dewasa, Tinggal Bersama Ibunya yang Masih Menjanda

Darwis mengatakan aturan PGI dan Sinode gereja yang tergabung sangat ketat.

"Sedikit saja pendetanya menyimpang, maka sanksi akan menunggu si Pendeta," ujarnya mengingat pendeta menjadi panutan jamaat.

(Tribunstyle.com/Verlandy Donny Fermansah)

Editor: fitriadi
Sumber: TribunStyle.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved