Leisure Bangka Belitung

Rujak Su'un Gugah Selera, Makanan Khas yang Mulai Langka

Makanan ciri khas lokal ini diracik menggunakan bahan mie kuning, mie putih, tahu goreng iris, kecambah atau taoge, dan irisan timun

Rujak Su'un Gugah Selera, Makanan Khas yang Mulai Langka
Bangkapos/Fery Laskari
suasana di Lapak Yuk Meti Jl Jenderal Sudirman Belinyu. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Fery Laskari

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Namanya terdengar asing bagi masyarakat luar Pulau Bangka. Sebab kata rujak, seolah makanan dari buah-buahan.

Namun ternyata tidak demikian, karena rujak su'un lebih tepat disebut makanan mie berkuah.

Makanan ciri khas lokal ini diracik menggunakan bahan mie kuning, mie putih, tahu goreng iris, kecambah atau taoge, dan irisan timun atau bisa ditambah irisan empek-empek-empek.

Rujak Su'un Dalam Kemasan
Rujak Su'un Dalam Kemasan (Bangkapos/Fery Laskari)

Berbagai bahan tadi, kemudian disiram kuah berupa air asam pedas gurih yang biasa disebut cuka.

Makanan ni dapat ditemukan di pasaran kuliner ramadan. Sejumlah pedagang menjual rujak su'un dalam wadah cup kecil bening mudah terlihat.

Rujak su'un rata-rata dijual percup, Rp 5.000. Makanan ini merupakan satu dari sekian makanan khas lokal, yang mulai langkah.

"Ini namanya rujak su'un. Makanan ini dibuat dari bahan seperti mie kuning, mie putih, tahu iris, timun iris, dan kelsan (empek-empek) iris, dicampur cuka. Harganya cuma Rp 5.000, murah meriah," kata Meti (45), pemilik Lapak Kuliner di Jl Jenderal Sudirman Belinyu kepada Bangka Pos, akhir pekan ini.

Peminat rujak su'un diakui Meti, dari berbagai kalangan. Anak-anak hingga orang dewasa bisa menikmati sajian khas itu, tergantung selera.

"Rujak Su'un banyak yang suka, bisa dimakan kapan saja, dan juga saat berbuka puasa," katanya.(*)

Penulis: ferylaskari
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved