Ada Unsur Politisnya, Ini Awal Mula Ada Tunjangan Hari Raya (THR)

Bulan Ramadhan sudah berjalan setengah bagian. Oleh karena itu, Hari Raya Idul Fitri pun hanya tinggal memasuki hitungan hari.

Ada Unsur Politisnya, Ini Awal Mula Ada Tunjangan Hari Raya (THR)
Wordpress.com
Ilustrasi 

BANGKAPOS.COM - Bulan Ramadhan sudah berjalan setengah bagian.

Oleh karena itu, Hari Raya Idul Fitri pun hanya tinggal memasuki hitungan hari.

Pada masyarakat Indonesia, khususnya pada kalangan pekerja, terdapat sebuah tradisi yang berlaku saat menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Pemberian THR itu memang selalu diberikan kepada para pekerja atau pegawai saat menjelang hari raya.

Saat ini, sebuah perusahaan wajib memberikan THR kepada para pekerja atau pegawainya maksimal tujuh hari sebelum hari raya.

Sejarah pemberian THR di Indonesia memang cukup panjang.

THR pertama kali dibagikan pada awal-awal kemerdekaan Republik Indonesia.

Tepatnya, pada era Soekiman Wirjosandjojo.

Kabinet tersebut dilantik oleh Presiden Soekarno pada April 1951.

Baca: Tangkap 3 Terduga Teroris di Universitas Riau, Simak 9 Fakta Ini

THR tersebut muncul karena dalam kabinetnya, Soekiman memiliki program kerja ingin menyejahterakan para pamong praja, yang saat ini merupakan para Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Saat itu, Soekiman memberikan THR kepada para pegawainya di akhir Bulan Ramadhan.

Nilai yang diberikannya saat itu mencapai Rp125 atau setara dengan US$11 hingga Rp 200 atau setara US$17,5.

Halaman
12
Editor: Evan
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help