Dibeli Secara Rahasia dari Israel, Jet Tempur A-4 Skyhawk Malah Ujung-Ujungnya Buat Bingung

Pada tahun 1979, Indonesia yang melakukan pembelian A-4 secara rahasia, mulai menerima A-4 yang dikirim

Dibeli Secara Rahasia dari Israel, Jet Tempur A-4 Skyhawk Malah Ujung-Ujungnya Buat Bingung
Wikipedia
A-4 skyhawk TNI AU 

BANGKAPOS.COM--Pada Perang Yom Kippur (1973) antara sejumlah negara Arab melawan Israel, awalnya militer Israel sesungguhnya mengalami kerugian besar dan nyaris kalah.

Banyak tank Israel berhasil dihancurkan pasukan gabungan Mesir dan Suriah yang sudah dilengkapi persenjataan rudal antitank produksi Rusia, demikian pula jet-jet tempurnya.

Sekitar 40 jet tempur A-4 Skyhawk Israel yang digunakan dalam pertempuran berhasil dirontokkan oleh rudal-rudal SAM (Surface Air Missile) buatan Rusia yang dioperasikan oleh Mesir sehingga mengakibatkan 20 pilot andalan Israel tewas.

Jet tempur A-4 Skyhawk
Jet tempur A-4 Skyhawk (Combat Aircraft)

Atas banyaknya jet tempur A-4 yang tertembak jatuh itu, Israel mendapat ganti dari AS.

Lalu, agar rontoknya A-4 tidak terulang lagi dalam peperangan berikutnya, Israel melakukan sejumlah langkah modifikasi terhadap A-4 sehingga menjadi jet tempur yang lebih mumpuni.

Modifikasi atau up grade yang dilakukan antara lain pada peningkatan power mesin, peningkatan kemampuan radar pencari sasaran dan sistem radio komunikasi, peningkatan jumlah persenjataan yang dibawa, serta penambahan daya tampung bahan bakar.

Setelah dimodifikasi jet-jet tempur A-4 Skyhawk Israel memang tidak mudah tertembak jatuh lagi dan terbukti mumpuni ketika digunakan menggempur instalasi nuklir di Osirak, Irak, pada Juni 1981 dalam Operasi Babylon.

Tapi setelah Perang Yom Kippur dan operasi tempur ke Irak, Israel justru mengalami  surplus A-4.

Maka agar tetap menguntungkjan sebagian di antaranya dijual dengan perantaraan AS dan salah satu pembelinya adalah Indonesia di bawah rezim Orde Baru.

Pada tahun 1979, Indonesia yang melakukan pembelian A-4 secara rahasia, mulai menerima A-4 yang dikirim menggunakan kapal laut dan berlabuh di Pelabuhan Tanjung Priok.

Halaman
123
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved