Bantuan untuk Bayi Reza Syahputra Terus Mengalir Tembus 100 juta

Bantuan untuk Reza Saputra (7 bulan) bayi yang mengalami gangguan kesehatan dengan diagnosa penyakit billier, Depsos dan Anemi terus mengalir

Bantuan untuk Bayi Reza Syahputra Terus Mengalir Tembus 100 juta
Ist
Tim Medis dari Pemkab Bangka Barat yang mendampingi Bayi Reza Sahputra usai dilakukan penyedotan cairan dari perutnya Selasa (5/6/2018) di RSCM Jakarta. 

Laporan Wartawan Bangka Pos Deddy Marjaya

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Bantuan untuk Reza Saputra (7 bulan) bayi yang mengalami gangguan kesehatan dengan diagnosa penyakit billier, Depsos dan Anemi terus mengalir dari dermanan di Sungailiat, Pangkalpinang dan Bangka Barat.

Hingga Selasa (5/6/2018) bantuan dana tunai untuk Reza menembus Bangka lebih baru Rp 100 juta.

"Belum ditotal sampai kemarin vsaja sudah 100 juta ditambah hari ini terus mengalir dan ditransfer langsung ke bibi Rezang mendampingi ke Jakarta bersama orangtuanya dan seorang relawan," kata Esti salah seorang relawan yang membatu pengumpulan dana

Irwan relawan yang mendampingi terus memberikan informasi keadaan Reza Syahputra sejak dirawat di RSCM Jakarta.

Setelah berada sehari di RSCM pada Selasa (5/6/2018) tim dokter langsung mengambil tindakan pertama terhadap Reza dengan melakukan penyedotan cairan diperut Reza sebanyak 1 kantong.

Pengambilan cairan dalam perut Reza ini dilakukan bertahap mengingat dikawatirkan jika dilakukan langsung total dikhawatirkan kondisinya akan ngedrop.

"Setelah sedot cairan tadi kondisi Adek Reza sudah stabil kalo kondisinya bagus malem ini kembali disedot mudahan mudahan terus sehat dan stabil," kata Irwan

Irwan juga menjelaskan bahwa tim dokter RSCM akan mengecek kondisi hati Reza apakah mengalamk gangguan akibat dampak dari sakit yang ia alami.

Sebab jika mengalami gangguan dan kerusakan hati kemungkinan Reza akan diambil tindakan transpalasi hati.
Tindakan tersebut dipastikan akan memakan biaya cukup besar diperkirakan mencapai Rp 1 milyar lebih.

"Kita doakan saja hati adem Reza tidak mengalami gangguan dan kerusakan sehingga tidak perlu dilakukan transpalasi hati," kata Irwan
Selain Irwan sukarelawan dari Sungaliat ikut mendampingi antara lain tim medis Pemkab Bangka Barat, kedua orangtuanya Reza dan bibinya.(*)

Penulis: deddy_marjaya
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved