Home »

Lokal

» Bangka

Soal Napi Pencabulan yang Diduga Dianiaya Petugas Lapas, Ini Kata Kalapas Bukit Semut

Kasus penganiayaan yang dilakukan oknum petugas Lapas Bukit Semut Klas B Sungailiat terhadap napi pelaku pencabulan terhadap anak

Soal Napi Pencabulan yang Diduga Dianiaya Petugas Lapas, Ini Kata Kalapas Bukit Semut
Bangka Pos / Nurhayati
Kepala Lapas Bukit Semut Klas B Sungailiat Faozul Ansori saat mengelar konfrensi pers terkait kasus penganiayaan yang dilakukan oknum petugas Lapas Bukit Semut Klas B Sungailiat terhadap Renhard napi pelaku pencabulan, Selasa (5/6/2018) di Lapas Bukit Semut Sungailiat. 

"Makanya saudara Renhard memfitnah saudara Kholid agar si Kholid tidak dalam satu kamar sel. Atas perbuatan tersebut pada tanggal 23 April Pak Sudarman mengintrograsi memeriksa Renhard. Pak Sudarman mengatakan kepada Renhard mengapa kamu tega sekali memfitnah teman sekamarnya. Ya Renhard mengakui bahwa itu hal yang salah. Kemudian Pak Sudarman  berkoordinasi dengan atasan langsung karena Renhard terbukti bersalah dia akan melakukan hukuman berupa pengamanan strap sel," jelas Faozul

Ternyata Renhard melakukan penolakan menjalani hukuman tersebut sehingga Petugas Lapas Bukit Semut Sudarman tidak bisa mengendalikan diri akhirnya menampar Renhard.

Atas tamparan tersebut penglihatan Renhard agak terganggu tetapi saat masuk ke Lapas Bukit Semut Sungailiat konsidinya sudah mengunakan kacamata minus lima.

Jadi bukan semata-mata kondisi mata Renhard sehat dan perihal gangguan mata ini juga diakui Ibu Renhard bahwa Renhard pernah berobat di Rumah Sakit Aini Jakarta.

"Jadi saya mohon kepada teman-teman media dapat mengklarifikasi hal tersebut," harap Faozul.

Tindak lanjut dari Lapas Bukit semut setelah adanya gangguan mata yang dialami Renhard pihaknya dengan itikad baik membawa Renhard dua kali ke rumah sakit yakni ke RSUD Sungailiat dan Rumah Sakit Provinsi Bangka Belitung.

Namun karena ketidakpuasan Ermita, Ibu Renhard yang meminta anaknya diperiksa di Rumah Sakit Aini Jakarta.

Ditegaskan Faozul, untuk pelayanan kesehatan narapidana tidak bisa serta-merta tetapi memerlukan proses. Dimana Sesuai dengan standar operasional pihak Lapas di mana untuk ke rumah sakit daerah bukan kewenangan pihaknya.

"Kami hanya mengusulkan ke kanwil baru ke Jakarta itu nanti yang akan memberikan izin dari Jakarta. Jadi menanggapi viral media yang temen-temen tahu oleh Bang Hotman Intinya kita dalam pelayanan pun ada klasifikasi penyakit. Ada yang istilahnya darurat ada yang terencana. Untuk Renhard ini merupakan rujukan yang terencana," ujarnya 

"Kami tidak serta merta untuk mengeluarkan surat berobat ke Jakarta. Kami punya SOP Dan saya yakin pimpinan kami pun bijaksana apalagi untuk rujukan saudaranya Renhard saya apresiasi sangat bagus sekali. Langsung di bawah bawa bapak kadivmas dan bapak kakanwil menghadap ditjenpas Jakarta. Mungkin persetujuannya akan segera turun," jelas Faozul.

Ia menyatakan, pelayanan di Lapas Bukit Semut semaksimal mungkin melayani warga binaan sebaik-baiknya tetapi harus ada prosedur yang harus dipahami bukan untuk mempersulit.(*)

Penulis: nurhayati
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help