Terkait Dugaan Penganiayaan Napi, Ditkrimum Polda Bakal Periksa Pegawai Lapas Bukit Semut

Terkait laporan dugaannya terjadinya penganiayaan terhadap napi di Bukit Semut kita sudah melakukan pemeriksaan

Terkait Dugaan Penganiayaan Napi, Ditkrimum Polda Bakal Periksa Pegawai Lapas Bukit Semut
Bangkapos/Deddy Marjaya
Kasubdit Jatantas Dit Krimum Polda Kep Babel AKBP Wahyudi 

Bahkan ia tidak bisa membesuk barulah pada 9 Mei ia mengetahui kejadian yang menimpa Renhard melalui hubungan telpon atas seizin petugas lapas.

Renhard menceritakan semua kejadian termasuk kondisinya yang belum pulih dan kesulitan melihat karena matanya menglaami gangguan pasca penganiayaan.

Keinginan Ernita agar bisa bertemu dan membawa Renhard ke Rumah Sakit tidak kabulkan oleh pihak lapas.

Barulah pada tanggal 17 Mei 2018 atau 26 hari setelah terjadinya penganiayaan Ernita bertemu dengan Renhard dan melihat kedua mata anak nya masih merah dan bengkak dipelipis.

Selanjutnya pada tanggal 18 Mei 2018 Renhard mendapatkan izin untuk dibawa berobat ke RSUD Sungailiat.

Itupun ada campur tangan pihak kanwil dan ternyata kekhawatiran akan mata Renhard terbukti.

Dokter mata yang memeriksa dr Nopiah di RSUD Sungaliat mendiagnosa ada kerusakan di mata kanan dengan syaraf mata tidak berfungsi lagi akibat luka yang dibiarkan tanpa diobati.

Kemudian mata kiri yang masih bengkak sangat tipis harapan untuk bisa berfungsi normal kembali.

Peristiwa dugaan penganiayaan tersebut dibenarkan oleh Kalapas Bukit Semut Faizul saat dikonfirmasi pada 22 Mei 2018 lalu.(*)

Penulis: deddy_marjaya
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved