Bisikan Gaib Pembawa Petaka, Tiga Nyawa Keluarga Melayang Termasuk Bayi 6 Bulan

Tiga orang pemuda diduga menganut ilmu aliran sesat. Bahkan, ketiganya nekat berbuat sadis kepada keluarganya sendiri

Bisikan Gaib Pembawa Petaka, Tiga Nyawa Keluarga Melayang Termasuk Bayi 6 Bulan
Kolase Tribun Bogor
ilustrasi 

BANGKAPOS.COM - Tiga orang pemuda diduga menganut ilmu aliran sesat.

Bahkan, ketiganya nekat berbuat sadis kepada keluarganya sendiri lantaran menganggap dapat bisikan gaib.

Ketiganya yakni Almahdi alias Mahdi alias AM, Buyung alias B dan Mukmin alias MK yang saat ini sudah diamankan oleh aparat kepolisian.

//

Insiden pembunah sadis itu terjai di Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara.

Ketiganya mengaku mendapat perintah bisikan gaib.

Awalnya warga dihebohkan dengan penemuan sesosok mayat perempuan tanpa busana di perkebunan sawit.

Korban dikenali bernama Risma berusia sekitar 26 tahun.

Keesokan harinya, warga kembali menemukan jenazah Dedi (16) yang diketemukan tak jauh dari korban pertama.

Rupanya, empat anggota rombongan yang saat itu ikut mengungsi merasa tidak sepaham dengan perbuatan pelaku.

Merekapun melarikan diri dan melaporkan kejadian itu kepada warga sekitar.

 

Tiga anggota aliran sesat di Madina yang menghabisi tiga anggota keluarga mereka
Tiga anggota aliran sesat di Madina yang menghabisi tiga anggota keluarga mereka (Tribun Medan)

Warga yang mendengar kejadian itu, kemudian menangkap seorang pelaku yang membunuh kedua korban.

Nahasnya lagi, berdasarkan pengakuan tersangka ada bayi berusia 6 bulan bernama Tiara yang juga ia bunuh.

Kemudian, jasadnya dihanyutkan ke Sungai Batang Bangko dan jasadnya baru diketemukan pada Minggu (3/6/2018) dalam keadaan rusak.

Aparat kepolisian Polres Mandailing Natal langsung bergerak cepat menangkap apar pelaku yang melakukan aksi sadis itu.

Ketiganya merupakan warga Desa Lubuk Kancah, Ranto Baek, Mandailing Natal.

Awal mula terjadi pembunuhan ketika AM dan dua temannya mendapat bisikan gaib jika akan ada bencana di kampungnya.

Kemudian, mereka pun meminta keluarganya untuk mengungsi ke perbuktikan yang dianggapnya aman.

 

Sebab, pelaku meyakini pada tanggal 15 ramadan akan ada bencana berdasarkan bisikan gaib kepadanya.

Kapolres Mandailing Natal, AKBP Irsan Sinuhaji, Selasa (5/5/2018) mengutip Tribun Medan mengatakan, jika rombongan yang mengungsi ke gunung saat itu jumlahnya sebanyak 10 orang lantaran AM dan dua kerabatnya mendapat bisikan gaib jika dikampungnya akan terjadi bencana.

“AM Cs mendapat bisikan akan ada bencana di kampungnya, sehingga mereka pergi ke gunung,” ujarnya.

Namun, diduga mengikuti aliran sesat, ketika dalam perjalanan AM mendapat bisikan untuk menghabisi tiga anggota keluarganya.

"Rombongan yang mengungsi ke gunung berjumlah 10 orang. Dalam perjalanan, AM berulang kali mendapat bisikan gaib lagi, sehingga memerintahkan untuk menghabisi tiga anggota keluarganya. Hingga akhirnya rangkaian pembunuhan terjadi selama proses mengungsi,” ungkap Irsan.

Menurutnya, saat ini para pelaku masih menjalani pemeriksaan yang dilakukan oleh penyidik.

"Ketiganya masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Madina. Penyidik menduga AM sebagai pimpinan atau Kepala gengnya,” tandasnya.(*)

Editor: zulkodri
Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help