Lemhanas Bahas soal Kepemimpinan Negarawan di Lingkungan Kader Parpol

Lemhannas RI menggelar Round Table Discussion Kajian Strategik Jangka Panjang TA 2018

Lemhanas Bahas soal Kepemimpinan Negarawan di Lingkungan Kader Parpol
Istimewa
Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI menggelar Round Table Discussion Kajian Strategik Jangka Panjang TA 2018 ‘Aktualisasi Kepemimpinan Negarawan di Lingkungan Kader Partai Politik Guna Terwujudnya Etika Politik dalam Rangka Ketahanan Nasional’ di Ruang Kresna Gd. Astagatra Lt IV Barat Lemhannas RI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (31/5). 

BANGKA POS - Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI menggelar Round Table Discussion Kajian Strategik Jangka Panjang TA 2018 ‘Aktualisasi Kepemimpinan Negarawan di Lingkungan Kader Partai Politik Guna Terwujudnya Etika Politik dalam Rangka Ketahanan Nasional’ di Ruang Kresna Gd. Astagatra Lt IV Barat Lemhannas RI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (31/5).

Diskusi ini dibuka Gubernur Lemhannas RI Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo. Tampil sebagai pembicara Wakil Presiden RI Periode 1993-1998 Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno, Anggota Dewan Pertimbangan Presiden RI Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar, Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi RI Prof. Dr. Aswanto dan Anggota DPD RI Bahar Buasan, S.T., M.S.M M.Sc, dengan moderator Mayjen TNI (Purn) Lumban Sianipar.

Sebagai pembahas diantaranya Direktur Eksekutif Centre For Strategic and International Studies Philip J Vermonte, Ph.D., Peneliti Senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Prof. Dr. R Siti Zuhro, M.A., Ph.D, Direktur Utama Kantor Berita Nasional Antara Meidyatama Suryodiningrat dan Taprof Bidang Kepemimpinan Lemhannas RI Mayjen TNI (Purn) Albert Inkiriwang.

Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI menggelar Round Table Discussion Kajian Strategik Jangka Panjang TA 2018 ‘Aktualisasi Kepemimpinan Negarawan di Lingkungan Kader Partai Politik Guna Terwujudnya Etika Politik dalam Rangka Ketahanan Nasional’ di Ruang Kresna Gd. Astagatra Lt IV Barat Lemhannas RI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (31/5).
Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI menggelar Round Table Discussion Kajian Strategik Jangka Panjang TA 2018 ‘Aktualisasi Kepemimpinan Negarawan di Lingkungan Kader Partai Politik Guna Terwujudnya Etika Politik dalam Rangka Ketahanan Nasional’ di Ruang Kresna Gd. Astagatra Lt IV Barat Lemhannas RI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (31/5). (Istimewa)

Try Sutrisno dalam pemaparannya mengatakan, setiap warga negara berhak menjadi anggota dewan atau pemimpin nasional. Hanya, yang harus diperhatikan adalah tidak boleh keluar dari konteks Pancasila.

Agum Gumelar menggarisbawahi, bahwa partai politik merupakan satu diantara pilar demokrasi, yang menciptakan kader-kader yang nantinya menjadi anggota dewan ataupun pemimpin.

Agum melanjutkan, dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, pro-kontra terhadap kebijakan pemerintah merupakan hal yang wajar. Hanya, Agum mengingatkan, agar selalu berpegang teguh pada Pancasila dan UUD 1945.

Sementara Bahar yang membawakan materi dengan judul ‘Sistem Pengkaderan dan Rekrutmen Partai Politik yang Mampu Mewujudkan Pemimpin Negarawan yang Beretika Politik’ mengungkapkan, sistem rekrutmen calon kepala daerah dan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat secara umum masih dilaksanakan secara instan. Dan tidak sedikit kader yang diusung parpol dalam mengemban tugas masih mengutamakan kepentingan pribadi dan kelompok dibandingkan kepentingan rakyat, bangsa dan negara.

“Kondisi ini terbukti dengan banyaknya kasus operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi terhadap pemimpin daerah dan anggota dewan,” kata Bahar.

Sambil mengutip pendapat Plato, alumnus Program Pendidikan Singkat Angkatan (PPSA) XVII Lemhannas ini mengatakan, negarawan merupakan orang yang rela berkorban secara tulus demi keutuhan dan kemajuan bangsanya, juga ikut serta secara aktif dalam mewujudkan cita-cita bangsa.

Sehingga yang bersangkutan tidak menghitung untung-rugi untuk tenaga dan pemikirannya, tidak tutup mata terhadap kemiskinan dan ketidakadilan, dan tidak mementingkan kepentingan sesaat demi citra pribadi dan golongannya.

Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI menggelar Round Table Discussion Kajian Strategik Jangka Panjang TA 2018 ‘Aktualisasi Kepemimpinan Negarawan di Lingkungan Kader Partai Politik Guna Terwujudnya Etika Politik dalam Rangka Ketahanan Nasional’ di Ruang Kresna Gd. Astagatra Lt IV Barat Lemhannas RI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (31/5).
Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI menggelar Round Table Discussion Kajian Strategik Jangka Panjang TA 2018 ‘Aktualisasi Kepemimpinan Negarawan di Lingkungan Kader Partai Politik Guna Terwujudnya Etika Politik dalam Rangka Ketahanan Nasional’ di Ruang Kresna Gd. Astagatra Lt IV Barat Lemhannas RI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (31/5). (Istimewa)

Bahar pun menggarisbawahi, partai politik adalah komponen utama dalam menentukan calon pemimpin, baik tingkat nasional maupun tingkat daerah.

Satu diantara fungsi yang krusial partai politik adalah proses perekrutan. Dan perekrutan yang baik dan benar akan sangat menentukan kualitas dan kredibel kader di kemudian hari.

Lebih jauh Anggota DPD RI dari Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini menandaskan, untuk menghasilkan pemimpin negarawan yang harus dilakukan adalah sistem rekrutmen yang kredibel; mengembangkan pengetahuan dan politik dengan memanfaatkan teknologi komunikasi dan informasi mutakhir; menumbuhkan jiwa militansi pada diri kader dan anggota partai; pendidikan politik bagi kader, simpatisan dan masyarakat; serta mengadakan diklat kepemimpinan untuk melatih karakter kepemimpinan kader.

Pada acara diskusi itu, para pembicara lainnya dan para pembahas juga menyampaikan pandangannya masing-masing. (advertorial/may)

Editor: fitriadi
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help