Mutiara Ramadhan

Mudik dan Tradisi Voluntarisme

Aksi voluntarisme dalam bentuk posko itu disediakan oleh berbagai kelompok masyarakat.

Mudik dan Tradisi Voluntarisme
Tribun Jateng
Dr Mutohharun Jinan 

Oleh Dr Mutohharun Jinan
Direktur Pondok Shabran UM Surakarta

TRADISI voluntarisme dan filantropi menjadi gejala sosial yang kuat di masyarakat Indonesia. Keterpanggilan jiwa secara sukarela untuk turun langsung membantu segenap masyarakat (dan pemerintah) tampak antusias.

Gejala voluntarisme menjadi semakin nyata, selain pada saat terjadi musibah, juga semarak ketika perayaan agama dengan mobilitas penduduk yang tinggi seperti sekarang ini.

Perhatikan, pada sepuluh hari terakhir Ramadan hingga setelah Lebaran di sepanjang jalan utama arus mudik tersedia tenda-tenda peristirahatan (rest area) sementara.

Para relawan mendirikan posko rest area bertujuan untuk menfasilitasi pemudik yang hendak melepas lelah dan istirahat sejenak.

Para relawan menyiapkan beragam fasilitas guna merelaksasi kelelahan para musafir.

Para relawan rest area menyediakan berbagai fasilitas mulai dari minuman dan makanan ringan, obat-obatan, pijat listrik, hingga tempat tidur.

Fasilitas itu sediakan dan bisa dinikmati pemudik. Relawan terjadwal secara bergilir menyambut dan melayani musafir yang memerlukan bantuan untuk menjaga stamina dan kesehatan.

Aksi voluntarisme dalam bentuk posko itu disediakan oleh berbagai kelompok masyarakat.

Mulai dari perusahaan otomotif, instansi pemerintah, organisasi kemasyarakatan dan keagamaan, hingga remaja masjid.

Halaman
123
Editor: fitriadi
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved