Tantan Heroika: Laju Inflasi Babel Harus Pada Koridornya

Mengambil nilai positif dari deflasi pada bulan Mei, masyarakat dapat merasakan harga bahan pangan terjangkau

Tantan Heroika: Laju Inflasi Babel Harus Pada Koridornya
Bangkapos/Idandi Meika
Kepala Bank Indonesia Perwakilan Babel, Tantan Heroika 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Idandi Meika Jovanka


BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kepala Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Bangka Belitung, Tantan Heroika menilai deflasi yang terjadi pada periode Mei 2018 di Bangka Belitung sebesar -0,53 persen, bahkan di Pangkalpinang -0,99 persen merupakan kolaborasi yang baik dari TPID dan Satgas Pangan.

Ia menjelaskan deflasi yang terjadi memiliki dua sisi dampak yang berbeda.

Mengambil nilai positif dari deflasi pada bulan Mei, masyarakat dapat merasakan harga bahan pangan terjangkau dan tidak ada lonjakan tinggi terutama saat ramadan.

Sehingga, mereka bisa berbelanja sesuai perencanaan dan nilai mata uang perlahan akan menguat.

Penyebabnya karena administered price terutama angkutan udara turun lumayan dalam setelah cheng beng, yakni -3,97 dibandingkan bulan sebelumnya. Lalu,  volatile food terjaga baik di angka -1,46 persen.

“Ongkos angkut udara yang sebelumnya sempat menjadi sumbangsi inflasi, setelah perayaan Chengbeng harganya mulai terkendali lagi. Artinya, berangsur normal meskipun diprediksikan mendekati lebaran akan terjadi lonjakan,” ungkap Tantan Heroika.

Melihat kondisi deflasi di Pangkalpinang yang cukup tinggi, Tantan Heroika mengungkapkan pihaknya seutuhnya tidak mengharapkan jika deflasi terjadi terlalu ekstrim. Sebab, hal itu cukup berbahaya bagi pertumbuhan ekonomi di Babel.

“Bahayanya karena bisa jadi penyebab dari deflasi ini adalah menurunnya daya beli masyarakat. Sehingga, tidak mendorong sektor produktif menciptakan nilai tambah untuk berproduksi. Maka, kami inflasi-deflasi dapat berjalan sesuai koridornya, yakni 2,5 persen sampai 4,5 persen atau 3,5 persen plus minus 1 persen,” kata Tantan Heroika.

Perihal menjaga stabilitas inflasi, Bank Indonesia Perwakilan Babel akan berupaya menjaga harga bergerak sesuai koridornya dan tidak secara ekstrim.

Melalui sejumlah program, seperti peningkatan produksi pangan secara ekstensifikasi dan intensifikasi, menjaga biaya terkait transportasi dan kelancarannya.

Lalu, tata niaga harus dibuat sependek mungkin supaya harga bisa terkendali, dan pelbagai upaya lainnya.

“Kedepannya juga perlu dilakukan budidaya bahan pangan di Babel,” imbuh Tantan Heroika.

Ia memperkirakan pada bulan Juni akan terjadi tekanan inflasi yang cukup tinggi karena kebutuhan masyarakat jelang lebaran meningkat. Diharapkan inflasi yang terjadi masih pada range, yakni 3,5 persen plus minus 1 persen atau 2,5 persen sampai 4,5 persen.

“Ke depannya, inflasi diperkirakan tetap berada pada sasaran inflasi 2018, yakni 3,5 persen plus minus 1 persen. Mendekati lebaran ini, BI akan terus meningkatkan koordinasi dengan TPID serta Satgas Pangan dalam rangka mengantisipasi volatile food,” papar Tantan Heroika.(*)

Penulis: Idandi Meika Jovanka
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help