Zulaikha Raup Omset Ratusan Juta dari Penjualan Kue

Zulaikha salah satu pelaku UMKM di Babel meraup omset ratusan juta hingga H-10 lebaran dari produk kue yang dijualnya

Zulaikha Raup Omset Ratusan Juta dari Penjualan Kue
Bangka Pos / Krisyanidayati
Zulaikha di rumah produksinya bersama kepala Dinas Koperasi dan UMKM Babel, Elviyena. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Krisyanidayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Moment Ramadan dan IdulFitri menjadi berkah tersendiri bagi para pelaku UMKM. Pasalnya ini merupakan kesempatan untuk meningkatkan omset penjualan seiring dengan meningkatnya permintaan.

Zulaikha salah satu pelaku UMKM di Babel meraup omset ratusan juta hingga H-10 lebaran dari produk kue yang dijualnya dan mengalami peningkatan omset 100 persen dibandingkan hari biasanya.

Owner lapis susu Zulaikha, Zulaikha menyebutkan dalam H-10 jelang ramadan dirinya meraup omset 400-500 juta dari 13 produk kue kering dan lapis susu berbagai jenis.

"Alhamdulillah kalau omset sampai 10 hari terkahir ni sampai Rp 400-500 juta itu yang tercatat, kalau hari normal sekitar Rp 3-5 juta per hari tapi ini dak tentu tergantung pesanan," katanya dihubungi Bangka Pos, Rabu (6/6/2018).

Ia memaparkan dirinya menerima pesanana 1200 kg kue kering yang dijual dengan harga Rp 120 ribu/kg, kemudian menerima pesanan 2000 loyang kue lapis susu dengan harga per loyang Rp 180 ribu, tak hanya itu dirinya juga kebanjiran omset 1500 lapis gulung dan 1000 loyang lapis domino.

"Alhamdulillah kalau pesanan, saya sudah tutup pemesanan karena memang takut enggak keburu lagi. Satu hari kami produksi sekitar 200 lebih loyang kue lapis. Peningkatan signifikan memang kalau hari biasa Rp 1-3 juta, mendekati lebaran ini bisa Rp 10-20 juta," katanya.

Ia mengatakan produknya tidak hanya dikonsumsi untuk masyarakat Babel, namun juga dipesan dari Belitung dan Jakarta.

"Saya dikirim juga ke Jakarta, tapi paling banyak dikirim ke Belitung sekitar lebih dari Rp 100 juta," sebutnya.

Ia menambahkan saat ini dirinya merekrut pekerja sebanyak 18 orang untuk memproduksi ratusan loyang kue. Jika pada hari normal, ia hanya mempekerjakan 5 orang pegawai saja.

"Sekarang yang kerja ada 18 orang, dekat lebaran nanti tambah 4 orang lagi. Kalau hari biasa ada 5 orang yang bantu. Gaji mereka beda-beda ada yang manggang ada yang bikin tapi gajinya harian," sebutnya.

Ia menyebutkan, hingga saat ini dirinya belum mengalami kesulitan untuk mendapatkan bahan baku, namun hanya ada kendala pembelian gas yang dibatasi.

"Bahan baku enggak ada kesulitan, cuma di gas kadang enggak ada, kadang orang enggak mau kasih banyak, kalau turun naik harga biasa karena lebaran biasa barang naik," katanya.(*)

Penulis: krisyanidayati
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help