Harga Daging Sapi Diatas HET, Pjs Bupati Belitung Akan Terus Tinjau Lapangan Agar Stabil

Pjs Bupati Belitung Sahirman Jumli mengatakan, semula telah melakukan rapat dengan sejumlah distributor terkait keperluan sembilan bahan pokok

Harga Daging Sapi Diatas HET, Pjs Bupati Belitung Akan Terus Tinjau Lapangan Agar Stabil
Bangka Pos / Disa Aryandi
Pjs Bupati Belitung Sahirman Jumli dan Forkominda, Kamis (7/6) melakukan pemantauan di Pasar Tanjungpandan. 

Laporan Wartawan Pos Belitung, Disa Aryandi

BANGKAPOS.COM, BELITUNG - Pjs Bupati Belitung Sahirman Jumli mengatakan, semula telah melakukan rapat dengan sejumlah distributor terkait keperluan sembilan bahan pokok (sembako) dan kebutuhan pokok menjelang Idulfitri 1439 hijriah. Rata-rata stok yang ada di Kabupaten Belitung mencukupi.

Namun buat tetap menjaga stabilitas harga, agar tidak mengalami lonjakan seperti tahun 2017 kemarin, pemerintah akan terus melakukan pemantauan secara langsung ke lapangan. Pedagang diminta, untuk tidak berjualan diharga yang terlalu tinggi.

"Wajar-wajar saja, jangan sampai seperti tahun kemarin mencapai Rp 170 ribu per kilogram. Meski daging itu untuk kebutuhan lebaran, dan tetap di beli masyarakat, tapi kami minta berjualan dengan hati," kata Sahirman kepada posbelitung.co, Kamis (7/6/2018).

Pemerintah Provinsi (pemprov) Bangka Belitung telah menetapkan harga daging sapi Rp 125.000,- per Kg, dan Kementerian Perdagangan Rp 105.000, per Kg. Namun yang terjadi di Kabupaten Belitung daging tersebut dijual oleh pedagang seharga Rp 135.000,- per Kg.

"Ini sebetulnya harus dilihat lagi, nah modal sapi nya juga berbeda - beda, ada sapi madura, sapi limusin. Belum lagi cara mendapatkannya, pedagang berjualan segitu mereka punya alasan, mungkin jarak terlalu jauh dan dana operasional bertambah dalam mendapatkannya dan itu masih di tolelir di angka Rp 135 ribu, tapi jangan naik terlalu tinggi," ujar Sahirman.

Apabila kedepan terjadi kenaikan dari angka Rp 135.000,-, kata Sahirman, maka mereka akan segera mengadakan rapat dengan para distributor. Tentunya arah rapat tersebut, buat memberikan peringatan kepada pedagang dan memberikan sanksi.

"Istilahnya jangan lagi mumpung, boleh mencari untung tapi harus memikirkan kondisi masyarakat, jangan terlalu memberatkan. Apalagi nanti ada keluhan dari konsumen, harga daging mahal itu tetap kami lakukan penindakan. Selama ini memang tidak ada keluhan dari konsumen, artinya tingkat kemampuan mereka membeli belum ada," pungkasnya. (*)

Penulis: Disa Aryandi
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved