Spanduk yang Cantumkan HET Daging Sapi, Bikin Pedagang Pasar Koba Protes

Spanduk yang terpasang di depan Pasar Modern, Koba menjadi polemik, pasalnya spanduk yang menjelaskan Harga Eceran Tertinggi (HET)

Spanduk yang Cantumkan HET Daging Sapi, Bikin Pedagang Pasar Koba Protes
Bangka Pos / Riki Pratama
Sepanduk yang terpasang di depan Pasar Modern, Koba menjadi polemik, pasalnya sepanduk yang menjelaskan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang menyebutkan harga daging tertinggi Rp 105.000 perKgnya banyak diprotes pedagang. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Riki Pratama

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Spanduk yang terpasang di depan Pasar Modern, Koba menjadi polemik, pasalnya spanduk yang menjelaskan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang menyebutkan harga daging tertinggi Rp 105.000 perKgnya banyak diprotes pedagang.

Dengan murahnya harga itu, banyak dikeluhkan oleh para pedagang, yang banyak menjual diatas Het, termasuk Ketua Ikatan Pedagang Pasar Taufik menurutnya harga itu tidak sesuai dengan harga yang dijual oleh pedagang mencapai Rp 120 ribu perKgnya.

Ketua Ikatan Pedagang Pasar Koba Taufik, mengatakan bahwa pihaknya meminta penjelasan terkait spanduk yang menunjukkan beberapa harga HET, tidak sesuai dengan harga dipasar.

"Kami minta pencerahan sepanduk itu merugikan pedagang dan pembeli, pembeli menuntut harga seperti di dalam spanduk, sedangkan pedagang mengambil dengan harga tinggi, tidak sesuai dengan itu, harga ambilnya atau modalnya saja Rp 110 hingga Rp 115, sehingga tak sesuai bila harus disamakan dengan harga HET,"ujar Taufik kepada wartawan, Kamis (7/6/2018)

Ia mengatakan yang memasang spanduk itu dari Satgas Pangan Polres Bateng, sementara dari pihak Dinas tidak tahu menahu dan pernah mengatakan tidak pernah menetapkan harga het tersebut.

"Sangat tidak sesuai dengan harga di pasaran yang ada di pasar Koba, dimana harga normal saat ini Rp 120 perKg, berbeda dengan harga het, sedang kita tidak pernah di sosialisasi, lalu ada ancaman pidana dua tahun penjara, bila tidak mengikutinya,"lanjutnya.(*)

Penulis: Riki Pratama
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help