Ibu Rela Tidur di Bandara Demi Menanti Kepulangan Putrinya yang Bebas dari Hukuman Mati

Maning rela bermalam di bandara untuk menanti kedatangan putri tercintanya yang baru bebas dari hukuman mati di Arab Saudi.

Ibu Rela Tidur di Bandara Demi Menanti Kepulangan Putrinya yang Bebas dari Hukuman Mati
Kompas.com/FITRI RACHMAWATI
Dua TKW asal NTB, Sumiati (jilbab merah) dan Masani tiba di Bandara internasional Lombok, Kamis (7/6/2018) setelah dinyatakan bebas dari hukuman mati di Riyadh, Arab Saudi, Kamis (7/6/2018). 

BANGKAPOS.COM, SUMBAWA - Maning (50), warga Desa Kalimango, Kecamatan Alas Timur, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), sudah dua hari dua malam tidur di lobi Bandara Internasional Lombok.

Ia bermalam di bandara tersebut untuk menanti kedatangan putri tercintanya, Masani Binti Syamsuddin Umar (22).

Masani bebas dari hukuman mati di Riyadh, Arab Saudi. Kabar bahagia itu tak ingin disia-siakan sedetik pun oleh Maning hingga ia memilih menginap menanti buah hatinya.

"Saya menginap di lobi bandara. Delapan tahun saya tak bertemu. Selama ini saya terus berdoa agar dia bebas dari hukuman pancung, dan sekarang Tuhan mengabulkan doa saya," ucap Maning dengan mata berkaca-kaca saat ditemui Kompas.com di Bandara Internasional Lombok, Kamis (7/6/2018).

Baca: Pria Muda yang Baru Saja Meninggal di Bulan Ramadan Ini Membuat Banyak Artis Berduka

Selain Masani, Sumiati Binti Muhammad (34), warga Empang, Kabupaten Sumbawa, NTB, juga bersyukur dirinya bebas dari hukuman mati di Riyadh, Arab Saudi.

Sumiati dan Masani telah berjuang agar bisa lolos dari hukuman mati dari pemerintah Arab Saudi.

Mereka awalnya dituduh telah melakukan kejahatan berencana oleh majikan mereka. Kebetulan keduanya bekerja di majikan yang sama.

Sumiati mengurusi ibu majikannya, sementara Masani mengasuh anak sang majikan serta mengelola urusan rumah tangga.

Baca: Pelaku Habisi Rika Karina Gara-gara Utang Kosmetik, Mayatnya Dimasukkan ke Dalam Kardus

Keduanya ditangkap aparat kepolisian Saudi pada 27 Desember 2014 silam atas tuduhan bersekogkol membunuh ibu majikannnya bernama Hidayah Binti Hadijan Mudfa al Otaibi.

Suamiti dan Masani juga dituduh bersekongkol melakukan sihir atau santet sehingga anak majikannya menderita sakit permanen.

Halaman
12
Editor: fitriadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help