Korban Kebakaran Jalan Trem Diberi Bantuan Mengontrak Rumah, Sebagian Menumpang di Rumah Saudara

"Yang lain ngontrak, sebagian numpang ke rumah keluarga mereka. Dibagikan uang dari sumbangan yang masuk untuk bayar kontrakannya. Sebagian

Korban Kebakaran Jalan Trem Diberi Bantuan Mengontrak Rumah, Sebagian Menumpang di Rumah Saudara
BANGKA POS/DEDY QURNIAWAN
Suasana puing-puing kebakaran di Jalan Kelapa, RT 02 RW 01, Kelurahan Pasir Padi, Jumat (8/6/2018) siang. Sedikitnya 11 rumah di kawasan ini terbakar hebat pada Kamis (31/5/2018) dini hari hingga subuh. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Dedy Qurniawan

BANGKAPOS.COM, BANGKA- Sedikitnya 11 rumah di kawasan pemukiman RT 02 RW 01,Jalan Kelapa (dekat Jalan Trem), Kelurahan Pasir Padi, Pangkalpinang ludes terbakar pada Kamis (31/5) dini hari lalu.

Sepekan setelah kejadian itu, pantauan Bangka Pos di lokasi, Jumat (8/6/2018) siang, tumpukan seng dan puing-puing bangunan berearna hitam masih terlihat di lokasi.

Suasana lokasi kebakaran pada siang hari yang terik terasa lengang. Tak terlihat ada aktivitas warga mengumpulkan sisa-sisa kebakaran atau merapikan sisa bangunan mereka.

Warga sekitar, Slamet (41) mengatakan, seusai masa tanggap darurat berakhir, para korban kebakaran diberikan bantuan uang dari sumbangan.

Mereka kemudian menyewa kontrakan, sebagiannya lagi tinggal menumpang di kediaman saudara mereka.

Kediaman Slamet sendiri berada persis di samping lokasi kebakaran. Ia beruntung sebab rumahnya tak sempat dimakan api.

Selain itu, Slamet menampung kakaknya yang menderita sakit ginjal--yang merupakan satu dari sejumlah korban kebakaran.

"Yang lain ngontrak, sebagian numpang ke rumah keluarga mereka. Dibagikan uang dari sumbangan yang masuk untuk bayar kontrakannya. Sebagian sumbangan dipakai untuk beli barang kebutuhan yang tidak ada di bantuan,"

Slamet mengatakan, warga di kawasan ini sangat berterima kasih dengan bantuan yang datang. Sejumlah pejabat mulai dari kepala dinas, wali kota, gubernur sampai kepolisian datang menyalurkan bantuan.

Ia seperti tak percaya dengan animo bantuan warga sebab sumbangan bahkan datang dari Toboali, Bangka Selatan.

"Kalau sumbangan uang, makanan, pakaian, itu luar biasa kita di Bangka ini," katanya.

Menurut Slamet, yang masih mengganjal bagi warga korban adalah soal kepastian apakah akan ada bantuan pembangunan bagi rumah mereka.

"Jadi, mereka lebaran macem ni lah. Lebarannya seadanyalah. Harta benda itu habis, rumah di sini kan rumah kayu semua," kata Slamet. (*)

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help