Anang Hermansyah Ingatkan Soal Ini Tentang Hutang Indonesia ke Bank Dunia Untuk Sektor Pariwisata

Bank Dunia telah menyetujui hutang ke pemerintah RI untuk pengembangan sektor pariwisata sebesar US$ 300 juta atau sekitar Rp 4 triliun.

Anang Hermansyah Ingatkan Soal Ini Tentang Hutang Indonesia ke Bank Dunia Untuk Sektor Pariwisata
Kompas.com
Anang Hermansyah 

BANGKAPOS.COM - Bank Dunia telah menyetujui hutang ke pemerintah RI untuk pengembangan sektor pariwisata sebesar US$ 300 juta atau sekitar Rp 4 triliun.

Melihat kondisi penambahan hutang di tengah nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tengah melemah, anggota Komisi X DPR RI Anang Hermansyah mengingatkan agar pemerintah hati-hati dalam penggunaan dana hutang ini.

Terlebih hutang ini merupakan pinjaman untuk pembiayaan proyek infrastruktur di sektor pariwisata.

“Pemerintah harus benar-benar tepat dakan pelaksanaan proyek pariwisata. Karena ini menyangkut utang yang terus meningkat dan menjadi isu sensitif di tengah rupiah sedang terpuruk," kata Anang saat dihubungi TribunJatim.com di gedung DPR, Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Selasa (5/6/2018).

Baca: Peringatkan Anies Baswedan Soal Larangan Memasak, Cuitan Cak Imin Disebut Hoax

Menurut pengamatan Anang Hermansah, semestinya pemerintah dapat menahan diri untuk tidak menambah utang khususnya terkait peningkatan pariwisata di saat rupiah anjlok.

Terlebih baginya, momentum politik serta sensitivtas publik atas utang pemerintah semestinya menjadi perhatian Presiden.

"Pemerintah semestinya lebih sensitif. Isu utang saat ini cukup sensitif di mata publik," ingat Anang.

Meski menurut musisi asal Jember ini pemerintahan Jokowi memiliki komitmen yang kuat terhadap sektor pariwisata di Indonesia.

Baca: Terungkap, Ini Foto Putri Diana Saat Datangi Camilla dan Pangeran Charles

Bahkan kunjungan wisatawan dalam beberapa tahun terakhir juga mengalami tren peningkatan seperti tahun 2017 sebesar 13,7 juta wisatawan.

"Hanya kalau kita bandingkan negara tetangga seperti Malaysia, capaian RI masih rendah. Seperti tahun 2014 saja kunjungan wisatawan ke Malaysia sebanyak 27,4 juta, Singapura 15,1 juta dan Thailand sebesar 24,7 juta," urai Anang.

Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) ini mengingatkan agar Badan Otorita Pariwisata yang dibentuk di sejumlah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) agar lebih bekerja efektif dan bekerja cepat.

Baca: Begini Fakta dan Kronologi Pengemudi Tewas Dilempar Batu di Tol Cikampek, Hingga Sosok Pelakunya

"Kinerja Badan Otoritas Pariwisata yang didukung APBN harus menunjukkan kinerja yang lebih progresif," ingat Anang.

Sebagaimana maklum, Bank Dunia telah menyetujui pinjaman 300 juta dolar AS yang bertujuan untuk meningkatkan prasarana dan layanan dasar yang relevan dengan pariwisata, memperkuat hubungan ekonomi lokal dengan pariwisata dan menarik investasi swasta di Indonesia.(*)

(TribunJatim.com, Manik Priyo Prabowo)

Editor: zulkodri
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved