Ternyata Begini Detik-detik Mati Gantung Diri

Menggantung diri seperti yang dilakukan oleh desainer kondan Kate Spade memang cara paling gampang menjemput ajal.

Ternyata Begini Detik-detik Mati Gantung Diri
Istimewa
Ilustrasi 

Saraf ini mengirim sinyal ke seluruh tubuh, dan kemudian mengirim mereka kembali ke otak.

Saraf ini terletak dari otak, tenggorokan, dada, paru-paru, jantung, lambung, otot perut dan berbagai organ lain. Kerusakan pada saraf ini berakibat fatal terhadap kinerja otak dan organ-organ penting seperti paru dan jantung.

Sekarang secara refleks tubuh kita akan kejang dan meronta-ronta, berayun kian kemari, tangan otomatis berusaha melepas tali yang mencekik leher.

(Pada banyak kasus autopsi sering ditemukan banyak bekas luka cakaran di leher orang yang gantung diri).

Baca: Sopir Tewas Dilempari Batu Besar dari Atas Jembatan Tol Cikampek, Pelakunya Ternyata Orang Gila

Semakin lama, gerakan meronta tersebut mengakibatkan patahnya tulang leher (di pangkal batang otak) dan menyebabkan pendarahan di otak serta putusnya saraf ke otak. Jika tali tidak bagus, ada kemungkinan putus.

Pandangan mulai kabur, kepanikan sudah tak bisa diungkapkan, kontraksi diafragma semakin menjadi. Diafragma yang overkontraksi ini pula yang menyebabkan banyak pelaku gantung diri mengeluarkan sperma bahkan feses dari duburnya.

Gerakan kita perlahan akan lumpuh karena otak sudah tidak dapat mengontrol dengan baik. Dalam hitungan detik kesadaran kita akan menghilang, dan setelah itu ajal menjemput.

Sudah terbayangkan?

Jadi, janganlah melakukan bunuh diri dengan menggantung. Cukup Nicolae Minovici (1868-1941) saja yang mencoba merasakan proses kematian akibat gantung diri.

Baca: Pesta Saweran Keluarga Krisdayanti Undang Artis, Amora Hujani Para Tamu dengan Uang Segepok

Profesor sains forensik yang bekerja di State School of Science di Bucharest , Polandia ini melakukan gantung diri agar tahu bagaimana rasanya gantung diri itu.

Kabarnya, pada percobaan ketiganya dia merasakan sakit yang teramat sangat pada lehernya dan akhirnya kapok. (Intisari-Online/Agus Surono)

Editor: fitriadi
Sumber: Intisari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help