Presiden Turki Kecam Austria Terkait Akan Tutup Masjid dan Usir Puluhan Imam Masjid, Ini Alasannya

"Langkah yang diambil oleh Perdana Menteri Austria, saya khawatir membawa dunia ke perang antara orang Kristen dan Muslim,"

Presiden Turki Kecam Austria Terkait Akan Tutup Masjid dan Usir Puluhan Imam Masjid, Ini Alasannya
Hurriyet
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. 

PRESIDEN Turki Recep Tayyip Erdogan mengecam atas tindakan yang dilakukan pemerintah Austria yang ingin menutup masjid dan mengusir imam yang didanai Turki di negara tersebut.

Media melaporkan bahwa presiden Turki berjanji akan menanggapi hal itu dan menyebut tindakan pemerintah Austria sebagai anti-Islam.

"Langkah yang diambil oleh Perdana Menteri Austria, saya khawatir membawa dunia ke perang antara orang Kristen dan Muslim," kata Erdogan di Istanbul, Turki, sebagaimana dilansir melalui laman mynewshub. 

Baca: Nama Pedangdut Siti Badriah Melejit, Lagu Lagi Syantik Meledak di Pasaran, Ini Video Klipnya

Baca: Bikin Cemburu Berat, Hotman Paris Pamer Bisa Dipeluk Catherine Wilson, Akhirnya Mimpi Gua Terkabul

m

Adapun respon cepat dari sang presiden Turki tersebut sehari setelah pemerintah Austria mengumumkan dia ingin mengusir 60 imam dan keluarga mereka dan menutup 70 masjid sebagai bagian dari kampanye untuk menghilangkan 'politik Islam'.

Baca: Jadi Viral, Suara Merdu Bocah SD Ini Mirip Nissa Sabyan, Netizen: MasyaAllah Suaranya

Menteri Dalam Negeri, Herbert Kickl, dari Partai Kebebasan (FPOe) yang berhaluan kanan, yaitu mitra dalam koalisi Austria mengatakan, langkah itu mengkhawatirkan para imam yang diduga ada kaitan dengan Organisasi Kebudayaan Islam Turki (ATIB), cabang biro urusan agama Diyanet.

Dia menambahkan bahwa pemerintah mencurigai mereka melanggar larangan pendanaan asing kepada staf kantor keagamaan.

Baca: Batal Nikah dengan Deswita, Taufiq Hidayat Kini Bahagia Bersama Ami Gumelar, Ini Potret Keluarganya

m
 ()

Baca: Nyaris Celaka, Roy Kiyoshi Dapat Kiriman Makanan Ternyata Pecahan Kaca

Menurut seorang juru bicara Presiden Turki, langkah Austria adalah rasis dan meningkatkan gelombang diskriminasi di negara itu menjadi anti-Islam.

Meski begitu, para pemimpin senior Eropa menyambut pengumuman itu.

Baca: Dikawal Voorijder, Ustaz Abdul Somad Diculik KSAD untuk Berceramah di Mabes AD

Sebelumnya, Kanselir Austria, Sebastian Kurz memobilisasi rencana untuk menyetujui undang-undang tentang Muslim yang melarang dana asing untuk kelompok-kelompok agama pada tahun 2015 ketika dia menjabat sebagai Menteri Integrasi.

Dia juga menunjukkan bahwa masyarakat Muslim harus memiliki pandangan positif terhadap pemerintah dan masyarakat setempat.

Baca: 5 Fakta Tentang Putri Eugenie, Satu-satunya Anggota Kerajaan yang Boleh Main Instagram

Simak videonya di bawah ini:

(*)

Baca: Bayi Ajaib, Ditanam 7 Jam masih Hidup, Ternyata Ini Kejadian Sebenarnya

Baca: Kotoran Manusia Tiba-tiba Jatuh dari Langit, Mata Wanita Ini Bengkak Sebesar Bola Golf

Baca: Adik Ratu Belanda Tewas Bunuh Diri di Buenos Aires

Baca: Terungkap, Ustaz Abdul Somad Sebut Artis Cantik yang Tobat Usai Umrah, Gara-gara Kalimat ini

Penulis: asmadi
Editor: asmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help