Tarif Biaya Foto di Candi Borobudur Tuai Protes, Gila Mahalnya!

Bicara soal wisata di Indonesia, nama Candi Borobudur pasti sudah tak terdengar asing lagi bukan.

Tarif Biaya Foto di Candi Borobudur Tuai Protes, Gila Mahalnya!
Istimewa
Candi borobudur destinasi wisata 

BANGKAPOS.COM - Bicara soal wisata di Indonesia, nama Candi Borobudur pasti sudah tak terdengar asing lagi bukan?

Selain menjadi salah satu dari 7 keajaiban dunia, Candi Borobudur juga diakui PBB sebagai Warisan Budaya Dunia (World Heritage Site) 

Karena hal inilah, maka tak pelak Candi Borobudur menjadi salah satu objek wisata para pelancong baik dari dalam negeri hingga mancanegara.

Dengan arsitektur nan megah, Candi Borobudur pun menarik banyak pihak untuk mengabadikan dirinya di sana melalui karya-karya fotografi.

Tak pelak juga, candi satu ini jadi salah satu objek pemotretan yang menarik bagi banyak pihak.

Karena hal inilah, pihak pengelola Borobudur pun mengeluarkan beberapa kebijakan terkait pemotretan di sekitar lokasi cagar budaya tersebut.

Sayangnya, kebijakan ini tampaknya menuai kritik dari banyak netizen.

Seperti yang sudah diketahui oleh masyarakat pada umumnya, pihak pengelola Borobudur menerapkan aturan yang ketat bagi para pengunjung yang membawa kamera ke dalam lokasi tersebut.

Baca: Serahkan Ratusan Lembar Dokumen Pelanggaran HAM ke Presiden, Sumarsih Masih Kecewa!

Dalam kebijakan yang sudah-sudah, para pengunjung dikenai biaya tambahan apabila membawa kamera profesional seperti DSLR ke dalam objek wisata.

Nah, seiring dengan perkembangan teknologi fotografi yang ada, pihak pengelola Borobudur pun melakukan update  untuk kebijakan fotografi di lokasi wisatanya tersebut.

Update baru inilah yang dipersoalkan netizen.

Hal ini terjadi lantaran biaya tambahan yang dikenakan bagi para pengunjung bisa dibilang terlalu tinggi.

Kontroversi terkait biaya terkait kegiatan fotografi di Borobudur ini disampaikan melalui akun Twitter @arbainrambey

Baca: Kembali jadi Sorotan Unggahan Foto Doyok Dalam Pesawat Jadi Perbincangan Warganet

Dalam unggahannya tersebut, ia mencantumkan kebijakan terbaru pihak Borobudur terkait aturan biaya retribusi bagi para fotografer.

Angka yang tertera dalam surat ini pun membuat banyak netizen membelalakkan matanya.

Baca: Bikin Heboh Lagi, Dimas Kanjeng Taat Pribadi Muncul di Medsos Pamer Miliaran Uang Singapura

Untuk acara pre-wedding saja misalnya.

Saat beberapa lokasi wisata lainnya menghabiskan biaya yang sedikit atau bahkan tak mengenakan biaya tambahan bagi pengunjungnya untuk berfoto, pihak manajemen Borobudur justru menerapkan policy  yang terbilang kontroversi.

Untuk melakukan pemotretan di lapangan Aksobya misalnya, pengunjung akan dikenakan biaya Rp 1 Juta.

Harga lebih mahal lagi akan dikenakan bila sesi pemotretan digelar di dekat area candi.

Biaya Rp 2 juta akan dikenakan bagi yang akan befoto di halaman Candi sedangkan yang befoto di area bangunan candinya sendiri akan dikenakan biaya Rp 2,5 juta.

Tak hanya biaya pre-wedding saja yang mengundang kontroversi.

Mengambil gambar dari drone pun, pengunjung juga akan dikenai biaya yang begitu fantastis.

Bagi pengunjung yang membawa drone di area Candi Borobudur, mereka akan dikenai biaya sebesar Rp 2,5 Juta!

Karena hal inilah, banyak netizen yang kemudian menyinyir kebijakan pengelola candi Borobudur tersebut.

"Daripada bayar ijin 2,5 jt mending duitnya buat tiket pesawat JKT BANGKOK PP , disana lebih banyak temple nya"

"gila aja bayar segitu. Di Thailand bisa dapet gambar dibanyak tempat"

"Jadi bikin fotonya pakai henpon saja kaleee."

"LEBIH MAHAL DARI TIKET PP THAI & SG FIX"

"Setuju ini. Padahal hasil drone juga buat promosi objek wisata. Yg kasihan yg Waisak di sana. Dapat sembahyang doang. @Kemenpar_RI harusnya bisa menengahi ini"

"Gila, mahal ya itu nentukan besaran biayanya segitu dikaji dulu apa gmn sih?".(*)

(Tribunnews.com/Bobby Wiratama)

Editor: zulkodri
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help