Lima Tahun Menjanda, Begini Cara Umi Pipik Bertahan Hidup dan Nafkahi 4 Anaknya

Setelah lima tahun berlalu, Umi Pipik berhasil bangkit dari keterpurukan dan konsen mendidik dan membesarkan

Lima Tahun Menjanda, Begini Cara Umi Pipik Bertahan Hidup dan Nafkahi 4 Anaknya
Kolase
Umi Pipik 

Koleksi pakaian di butiknya pun banyak diminati oleh masyarakat. 
Selain mengurus anak-anak dan butik, Ummi Pipik juga aktif mengisi tausiah dan beragam kegiatan sosial lainnya.

Ibu Rumah Tangga, Sedekah yang Abadi

Menurut Ummi Pipik, menjadi ibu rumah tangga adalah profesi sangat mulia bagi seorang perempuan.

“Menjadi ibu rumah tangga adalah sedekah yang abadi. Tidak ada yang bisa mengalahkan sedekah seorang ibu rumah tangga. Ia rela mengurus anak dan keluarganya dalam satu hari 24 jam, setiap hari, sepanjang tahun, bahkan tidak ada hari libur,” tuturnya.

Sebelum ditinggal suaminya, konsentrasi Ummi Pipik hanya pada keluarga. Ummi Pipik yang mengasuh dan mendidik empat orang anaknya. Ada pun bisnis butik yang dibangun bersama suami, itu bukanlah konsentrasi utama.

“Seorang perempuan menikah bukan berarti ide-ide dan kreativitas menjadi mati. Kita tetap bisa berkarya dengan catatan tidak meninggalkan tugas utama, yaitu mengurus dan mendidik anak-anak. Ummi sewaktu Ujemasih ada, Uje yang bertugas mencari nafkah. Ummi di rumah, karena memang seharusnya begitu,” ujarnya.

Seorang perempuan yang sudah menikah dan memiliki anak, idealnya memang menjadi ibu rumah tangga. Namun, ada kondisi-kondisi yang membuat ibu itu harus bekerja di luar rumah.

“Mungkin karena faktor ekonomi yang tidak mencukupi atau seperti ummi yang ditinggal wafat oleh suami. Kita tidak boleh menghakimi seorang istri dan ibu yang bekerja di luar rumah, berbaik sangka saja dan bersyukur dengan keadaan kita. Jangan merasa diri paling benar, sehingga mudah menghakimi orang lain,” lanjutnya.

Mendidik Anak dengan Teladan

Banyak teori dalam mendidik anak. Namun, bagi Ummi Pipik, cara yang paling ampuh adalah dengan memberikan teladan. “Ibu itu sangat penting bagi anak-anak. Ibu adalah icon yang 24 jam pasti bersama anaknya
dibandingkan ayah. Karena ayah kan bekerja untuk mencari nafkah,” ujarnya.

Halaman
1234
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help