Ini Lafaz Doa Menghidupi Malam Hari Raya yang Dianjurkan Setelah Takbir

Setelah berlapar-lapar puasa selama sebulan penuh, akhirnya kita akan tiba di hari Idul Fitri yang suci.

Ini Lafaz Doa Menghidupi Malam Hari Raya yang Dianjurkan Setelah Takbir
siakapkeli
doa dan zikir 

BANGKAPOS.COM - Setelah berlapar-lapar puasa selama sebulan penuh, akhirnya kita akan tiba di hari Idul Fitri yang suci.

Di hari tersebut, segala dosa kita akan dihapuskan.

Manusia kembali bersih dari dosa seperti layaknya bayi yang baru lahir.

Untuk menjaga kesucian tersebut, kita haruslah menjauhkan diri dari hal-hal yang bathil dan senantiasa mendekat pada kebaikan.

Terutama di malam hari raya yang sebentar lagi akan kita sambut bersama.

Sebagaimana yang dilakukan oleh Sayyidina Ali bin Abi Thalib di hari raya.

Dilansir dari NU Online, Syekh Abdul Qadir al-Jilani pernah mengatakan bahwa Sayyidina Ali bin Abi Thalib mengosongkan dirinya dari segala kegiatan untuk khusyu’ beribadah di malam hari raya.

Keterangan ini sebagaimana ditegaskan dalam Tadzkir al-Nas sebagai berikut:

قَالَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ ذَكَرَ الشَّيْخُ عَبْدُ الْقَادِرِ الْجِيْلَانِيُّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ فِي الْغُنْيَةِ أَنَّ سَيِّدَنَا الْإِمَامَ عَلِيَّ بْنَ أَبِيْ طَالِبٍ كَرَّمَ اللهُ وَجْهَهُ كَانَ يُفَرِّغُ نَفْسَهُ لِلْعِبَادَةِ فِيْ أَرْبَعِ لَيَالٍ فِي السَّنَةِ، وَهِيَ أَوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ رَجَبَ وَلَيْلَتَا الْعِيْدَيْنِ وَلَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ

“Tuanku (Habib Ahmad bin Hasan al-‘Athas) berkata, Syekh Abdul Qadir al-Jilani menyebutkan dalam kitab al-Ghun-yah, bahwa Sayyidina Ali bin Abi Thalib mengosongkan dirinya untuk fokus beribadah pada empat malam dalam satu tahun. Awwal bulan Rajab, dua malam hari raya (Idul Fitri dan Idul Adlha) dan malam Nishfu Sya’ban”. (Sayyid Ahmad bin Hasan al-‘Athas, Tadzkir al-Nas, hal.187, Maktabah al-Makruf, Huraidlah, tanpa keterangan cetak).

Halaman
1234
Editor: zulkodri
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help