Tak Gentar Diintai Sniper Serbia, Begini Kenekatan Pak Harto saat Berkunjung ke Bosnia

Saat melewati bukit itu pastilah para sniper Serbia sudah mengarahkan bidikkannya ke arah rombongan

Tak Gentar Diintai Sniper Serbia, Begini Kenekatan Pak Harto saat Berkunjung ke Bosnia
Via grid.id
Soeharto bersama utusan PBB Yasushi Akashi saat tiba di Sarajevo 

BANGKAPOS.COM--Indonesia terkenal dengan politik luar negerinya yang bebas-aktif.

Sehingga dengan politik luar negeri seperti itu Indonesia menekankan perdamaian dunia dan anti dengan persekutuan pertahanan.

Politik itu sudah dijalankan sedari Indonesia sedari dipimpin oleh presiden Soekarno sampai dengan Joko Widodo.

Salah satu wujud nyata dari politik bebas aktif Indonesia itu adalah kunjungan Presiden Soeharto ke Bosnia.

Tepatnya tahun 13 Maret 1995 pak Harto kala itu sedang menghadiri KTT Pembangunan Sosial di Kroasia.

Di Kroasia pak Harto bertemu dengan Presiden Franjo Tudman dan PM Nikica Valentic di Istana Dvetce untuk membahas berbagai macam hal di KTT Pembangunan Sosial.

Namun tiba-tiba muka para staf, pengawal dan wartawan kepresidenan Indonesia mendadak pucat pasi ketika mengetahui niatan pak Harto setelah KTT itu kelar.

Beliau tak mau pulang ke Indonesia dan ingin lebih dulu berkunjung ke Bosnia.

Bagaimana wajah staf presiden tidak pucat lantaran di tahun itu Bosnia sedang dilanda perang melawan Serbia dan negara tersebut termasuk dalam zona merah PBB saking berbahayanya.

"Pasti pak Harto nekat!"

Halaman
1234
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved