Bahagianya Soekarno Kecil Dapat Bingkisan Lebaran Isi Petasan, Tak Bisa Dilupakan hingga Akhir Hayat

“Orang-orang makan besar dan memberi hadiah. Tapi kami tak pernah makan besar atau pun memberi hadiah. Karena kami tidak punya uang.”

Bahagianya Soekarno Kecil Dapat Bingkisan Lebaran Isi Petasan, Tak Bisa Dilupakan hingga Akhir Hayat
ISTIMEWA
Soekarno dan petasan 

BANGKAPOS.COM -- Umat Muslim Tanah Air bersuka cita merayakan hari raya Idulfitri atau biasa disebut Lebaran.

Berbagai macam hidangan tersaji di atas meja makan, berpadu dengan harumnya pakaian yang baru dibeli dari toko.

Semua saling bersalaman, bermaafan sebagai tanda kembali ke fitrah.

Tapi tidak semua orang bisa melewati semua momen ini dengan indah, baik di masa lampau atau sekarang.

Salah satunya adalah Presiden Pertama RI, Soekarno, yang sempat merasakan pahit-manisnya merayakan Lebaran.

Baca: Ketika Lucinta Luna Lebaran, Kenakan HIjab hingga Nyekar ke Makam Sang Ibu

Baca: Mengejutkan, Jasad Wanita Ditemukan Dalam Perut Ular Piton, Terjadi di Sulawesi Tenggara

Soekarno
Soekarno (ISTIMEWA)

Seperti kita ketahui bersama, meski berdarah ningrat, orang tua Soekarno nyatanya berasal dari keluarga sederhana.

Sang ayah, R Soekeni merupakan pekerja biasa.

Sedangkan ibu Soekarno, Nyoman Rai Srimben adalah perempuan ningrat Bali, namun ia terusir dari lingkungan keluarganya.

Rai Srimben harus melepas status keningratannya karena menikah dengan Soekeni.

Pernikahan mereka kala itu dianggap tabu, pasalnya berdua beda keyakinan.

Baca: Terdengar Tangisan Histeris si Bungsu Jelang Malam Takbiran, Ibunya Ditemukan Tewas Bersimbah Darah

Baca: 20 Tahun Beroperasi, Layanan Yahoo Messenger Akhirnya Berakhir di Juli, Selamat Tinggal YM!

Halaman
1234
Editor: asmadi
Sumber: Tribun Solo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help