Bercanda Tentang Bom di Bandara Depati Amir Ancaman Hukuman hingga 15 Tahun Penjara

Untuk tetap menjaga keamanan di Bandara, pihak bandara kembali mensosialisasikan larangan candaan berkaitan dengan bom saat masuk kawasan bandara.

Bercanda Tentang Bom di Bandara Depati Amir Ancaman Hukuman hingga 15 Tahun Penjara
Bangka Pos / Putrie Agusti Saleha
Papan display informasi larangan candaan bom di pintu pemeriksaan Bandara Depati Amir Pangkalpinang 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Putrie Agusti Saleha

BANGKAPOS.COM, BANGKA-Dalam situasi arus balik setelah perayaan hari besar Idulfitri aktifitas penumpang di Bandara Depati Amir mulai terlihat. Lalu lalang penumpang tampak mulai memenuhi sebagian wilayah keberangkatan.

Untuk tetap menjaga keamanan di Bandara, pihak bandara kembali mensosialisasikan larangan candaan yang berkaitan dengan bom saat masuk kawasan bandara.

"Peringatan bahaya bercanda soal bom termasuk dalam pelanggaran pidana Pasal 437 UU Penerbangan. Hal itu tergolong membahayakan keselamatan penerbangan dan ada sanksi tegasnya," ujar Chuanda selaku Executive General Manager PT. Angkasa Pura II Bandara Depati Amir Pangkalpinang, Senin (18/6/2018).

Sanksi yang dimaksud menurut Chuanda adalah hukuman 1 tahun penjara jika gurauan yang diucapkan terbukti membahayakan penerbangan.

Jika gurauan menyebabkan kecelakaan atau kerugian harta benda, ada ancaman sanksi maksimal 8 tahun penjara bagi pelaku.

"Candaan bom oleh penumpang itu biasanya dilontarkan saat di dalam pesawat dan di area kawasan bandara. Selain membahayakan keselamatan penerbangan, bandar udara dan maskapai penerbangan juga mengalami kerugian lantaran penundaan jadwal," jelasnya.

Selanjutnya, jika gurauan menyebabkan orang meninggal, ada ancaman hukuman penjara minimal 15 tahun kurungan.

"Untuk sosialisasi terkait bahaya ancaman bom telah kita lakukan dan ditampilkan dalam display informasi yg ada dipintu masuk pemeriksaan SCP-1 di keberangkatan," imbuhnya.(*)

Penulis: Putrie Agusti Saleha
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved