Pedagang Bumbu Itu Dikenal Sebagai Pribadi Pendiam, Tewas Meninggalkan 4 Orang Anak

Memang kalau sudah ajal apa boleh buat. Tapi kami sama sekali tidak menyangka, tidak ada firasat sama sekali. Dia cuma

Pedagang Bumbu Itu Dikenal Sebagai Pribadi Pendiam, Tewas Meninggalkan 4 Orang Anak
Bangkapos/irakurniati
Suasana rumah duka korban yang meninggal dunia akibat tenggelam, lokasi gang melur 4 kelurahan opas indah, pangkalpinang. 

Laporan wartawan Bangka Pos, Ira Kurniati

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Isak tangis tak terbendung diwajah Febri, istri korban meninggal dunia akibat tenggelam di kolong pasir desa perlang, kabupaten Bangka tengah, Selasa (19/6/2018).

Berjalan digopoh beberapa orang, Febri masuk ke rumah duka di gang melur 4 Kelurahan Opas Indah, Pangkalpinang.

Sang suami yang merupakan pedagang bumbu dapur di Pasar Pagi Pangkalpinang, tewas meninggalkan empat orang anak, satu diantaranya masih berusia 10 bulan.

Menurut kakak ipar korban, Fifi menuturkan semasa hidupnya Wahyu dikenal sebagai pribadi yang pendiam. Dirinya tidak menyangka nasib naas merenggut nyawa pria yang berasal dari jakarta itu.

Lokasi tenggelamnya Wahyu yang mandi didalam Kolong Pasir Desa Perlang, Kecamatan Lubuk Besar pada Selasa (19/6/2018) pagi.
Lokasi tenggelamnya Wahyu yang mandi didalam Kolong Pasir Desa Perlang, Kecamatan Lubuk Besar pada Selasa (19/6/2018) pagi. (ist)

Dikatakan Fifi, beberapa hari sebelum kejadian ini, korban hanya sering mengucap keinginannya untuk pulang ke jakarta menyekar makan ibunda yang belum genap setahun meninggal.

"Memang kalau sudah ajal apa boleh buat. Tapi kami sama sekali tidak menyangka, tidak ada firasat sama sekali. Dia cuma pernah ngambek katanya pengen pulang ke jakarta pas lebaran." jelas Fifi kepada Bangkapos.com, Selasa (19/6/2018).

Fifi menambahkan, Sehari sebelumnya, Wahyu bersama isteri dan keempat anaknya pergi ke desa Perlang, Bangka tengah untuk silaturahim lebaran Idul Fitri kerumah Kakak Iparnya.

Ia pun sempat mengajak beberapa orang kakak iparnya yang tinggal di sekitar rumah untuk ikut bersama ke desa perlang. Namun menurut Fifi, tidak ada rombongan yang juga ikut bersamanya.

"Tadi saya ditelepon sama keluarga yang ada disana. Katanya dia (wahyu--red) meninggal tenggelam. Kasihan padahal anaknya masih kecil, istrinya juga tidak bekerja." ungkap Fifi.

Sementara itu, tetangga korban yakni Iswani juga mengatakan hal demikian. Menurutnya Wahyu merupakan pribadi yang pendiam namun pandai berbaur dengan masyarakat.

"Kemarin saya baru lihat dia main sama anaknya. Selama hidupnya, saya belum pernah dengar komentar buruk tentang almarhum." sebut Iswani.

Waktu pemakaman wahyu belum bisa dipastikan oleh pihak keluarga, pasalnya masih menunggu kedatangan orangtua nya dari bandung, yang diperkirakan tiba di Pangkalpinang sekitar pukul 18.00 WIB nanti.(*)

Penulis: Ira Kurniati
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help