Formulir C6 Paling Lambat Diterima Pemilih Tiga Hari Sebelum Pencoblosan

Zulkarnain mengingatkan adanya informasi yang menyesatkan diterima warga yakni tidak wajib bawa E-KTP

Formulir C6 Paling Lambat Diterima Pemilih Tiga Hari Sebelum Pencoblosan
Bangkapos/Nurhayati
Rapat koordinasi persiapan distribusi logistik perlengkapan pemungutan suara pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bangka Tahun 2018 di KPU, Rabu (20/6/2018) di Sekretariat KPU Kabuaten Bangka. 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Nurhayati

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bangka mengelar rapat koordinasi dengan Panwaslu Kabupaten Bangka, Polres Bangka, PT Pos dan PPK se Kabupaten Bangka terkait proses dan persiapan distribusi logistik perlengkapan pemungutan suara pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Bangka Tahun 2018 di KPU, Rabu (20/6/2018) di Sekretariat KPU Kabuaten Bangka.

Menurut Ketua KPU Kabupaten Bangka Zulkarnain Alijudin saat ini pihaknya sedang melakukan pengepakan  logistik dan menyampaikan formulir C6 kepada masyarakat.

Untuk formulir C6 mulai disampaikan pada tanggal 18 Juni 2018.

Namun ditegaskan Zulkarnain berdasarkan Peraturan KPU untuk penyampaian formulir C6 yang merupakan undangan agar warga datang ke TPS paling lambat dilaksanakan tiga hari sebelum pemungutan suara pada tanggal 27 Juni 2018 nanti.

"Berdasarkan Peraturan KPU paling  lambat tiga hari sebelum pemungutan suara C6 sudah disampaikan kepada pemilih, supaya bisa memberitahukan kepada tim paslon yang cukup ramai facebook sampai ada yang ingin membantu menyampaikan C6. Kondisi ini kita maklumi karena tahapan pelaksanaan tidak menyenangkan kondisi kurang pas saat memasuki lebaran penyampaian  C6. Ini kita lakukan supaya tidak menimbul syak swasangka dari paslon. Kita tidak masalah, kita tetap berjalan sesuai aturan. Pada dasarnya paling lambat tanggal 23 Juni menyampaikan C," ungkap Zulkarnain.

Disampaikannya pada tanggal 26 Juni, pihaknya dari KPU Kabupaten  Bangka akan menarik formulir C6 yang tidak bisa disampaikan PPS karena pemilih meninggal dunia ataupun tidak ditemukan alamatnya. 

Untuk itu Zulkarnain meminta PPK mengawasi Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) agar formulir C6 disampaikan secepatnya.  

"C6 jangan sampai diberikan ke yang tidak berhak," tegas Zulkarnain.

Ia juga mengingatkan di formulir C6 agar tidak ada coretan atau tip ex karena termasuk 'barang haram' yang tidak boleh dipakai oleh PPS.

Pada kesempatan ini juga Zulkarnain mengingatkan adanya informasi yang menyesatkan diterima warga yakni tidak wajib bawa E-KTP.

"Itu salah harus bawa E-KTP atau suket (surat keterangan-red) dan C6. Jangan membolak balikan logika. Wajib bawa E-KTP atau suket saat datang ke TPS pada hari H pemungutan suara. Kita punya payung hukum jika E-KTP ketinggalan kita baru perlakukan C6. Itupun harus kita kenal betul pemilihnya. KPU RI berpikiran bagaimana jika E-KTP lupa atau hilang itu salah satunya bawa C6. Itu payung hukum kita seandainya hilang tapu petugas PPS kenal," ingat Zulkarnain.

Sedangkan mengenai pendistribusian logistik Pilkada 2018, KPU Kabupaten Bangka bekerjasama dengan PT Pos.

"Kita mengambil amannya menyampaikan kepada KPPS satu hari sebelumnya kotak suara berisi surat suara dan lainnya paling lambat sebelum pencoblosan. Kita amankan di balai desa, serah terimanya tetap KPPS daripada di simpen di rumah kalau disimpan di rumah hilang bisa jadi pidana pemilu," tegas Zulkarnain.

Dikatakannya jika disimpan di balai atau kantor desa ada pihak kepolisian dan petugas satpol pp yang menjaga dan mengamankannya.(*)

Penulis: nurhayati
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved