Inilah Hasil Evaluasi Arus Mudik dan Arus Balik di Babel

Pelibatan lebih banyak lagi lembaga swasta membangun posko mudik dan rest area di jalur pangkalpinang ke

Inilah Hasil Evaluasi Arus Mudik dan Arus Balik di Babel
Bangka Pos / Krisyanidayati
Kepala Dinas Perhubungan Babel, KA Tajjudin. 

Laporan Wartawan Bangka, Krisyanidayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Dinas Perhubungan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung telah memetakan evaluasi arus mudik dan arus balik di wilayah Bangka Belitung.

Kepala Dinas Perhubungan Babel, KA Tajjudin membeberkan ada empat evaluasi yang dilakukan pihaknya selama arus mudik dan arus balik, agar diperbaiki tahun depan.

Sepanjang jalur dari Pangkalpinang menuju Pelabuhan Tanjung Kalian Muntok masih kekurangan ketersediaan posko mudik dan rest area.

"Pelibatan lebih banyak lagi lembaga swasta membangun posko mudik dan rest area di jalur pangkalpinang ke tanjung kalian mentok, atau jalur rute panjang lainnya, yang dilengkapi ketersediaan toilet di rest area atau disediakan toilet mobile dibeberapa titik jalur panjang," kata Tajjudin, Rabu (20/6/2018).

Selain itu, perlu peningkatan fasilitas pendingin di ruang tunggu terminal dan pelabuhan baik di Tanjung Kalian, Pangkal Balam, Pelabuhan Tanjung Pandan, dan Pelabuhan Sadai, hal ini untuk meningkatkan kenyamanan penumpang.

"Khusus untuk di Tanjung kalian perlu segera diwujudkan pembangunan dermaga tambahan untuk mempercepat aktivitas bongkar muat penumpang dan barang dari kapal ke pelabuhan, sehingga tidak lagi terjadi antrian kapal untuk sandar, akibat menunggu selesainya bongkar muat kapal sebelumnya," sebutnya.

Evaluasi lainnya ialah perlu dibangun satu pusat Posko terpadu yang dilengkapi fasilitas teknologi informasi yang dapat memantau semua titik pergerakan aktivitas arus mudik dan balik, baik di terminal bus, terminal pelabuhan, di bandara serta titik keramaian masyarakat di pasar atau pusat perbelanjaan.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk melakukan semua aktivitas mudik harus melalui pelabuhan resmi agar dapat terpantau kelaikan moda dan kapasitas daya tampung penumpang dan barang, sehingga tidak terjadi kecelakaan.

"Harus melalui pelabuhan resmi sehingga bisa terpantau dan agar dicegah terjadinya kecelakaan pelayaran seperti yang terjadi saat pelayaran penumpang dari Toboali - ke OKI sumsel," pesannya.(*)

Penulis: krisyanidayati
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved