Lahan Bumi Perkemahan Kembali Ditambang, Lahan 10 Hektar Rusak Jadi Kolong

Kawasan Tambang 23 yang Bumi Perkemahan (Buper) di Kabupaten Bangka Rusak Berat karena Aktivitas Tambang

Lahan Bumi Perkemahan Kembali Ditambang, Lahan 10 Hektar Rusak Jadi Kolong
ist/satpol pp kabupaten bangka)
Tim Satpol PP Kabupaten Bangka, Kamis (21/6/2018) saat melakukan razia di Kawasan Tambang 23 Bumi Perkemahan. 

Laporan Wartawan Bangka Pos Nurhayati

BANGKAPOS.COM,BANGKA--Kawasan Tambang 23 Bumi Perkemahan (Buper) yang sebelumnya dihajar tambang pasir dan ditertibkan beberapa kali oleh Satpol PP Kabupaten Bangka hingga Ketua DPRD Kabupaten Bangka Parulian turun langsung menertibkan tambang tersebut kali ini semakin hancur.

Saat Tim Satpol PP Kabupaten Bangka melakukan razia, Kamis (21/6/2018) kondisi aset milik daerah di buper semakin parah akibat ditambang lagi oleh para penambang pasir yang meninggalkan banyak kolong-kolong.

Para penambang menambang dengan menggunakan kendaraan alat berat. Namun saat dilakukan razia tidak ada satu pun penambang pasir di sana.

Petugas Satpol PP langsung membongkar camp tempat para penambang pasir untuk beristirahat.

Diakui Kasatpol PP Kabupaten Bangka M Dalyan Amrie melalui Kabid Penegakan Perundang-Undangan Satpol PP Kabupaten Bangka Achmad Suherman pihaknya mendapat laporan masyarakat terkait kembali maraknya penambangan pasir di Tambang 23 Buper Pramuka.

"Kami dilapor masyarakat selama bulan puasa tambang 23 dikerjain orang. Kami pernah patroli tapi kami fokus ke pengamanan bulan puasa. Sekarang kawasan itu sudah habis sudah jadi kolong semua," sesal Suherman saat dikonfirmasi bangkapos.com, Kamis (21/6/2018) di Kantor Satpol PP Kabupaten Bangka.

Diakuinya, selama Ramadan itulah para penambang pasir melakukan penambangan dengan memanfaatkan kelengahan Satpol PP.

Ia menyayangkan saat Tim Satpol PP turun melakukan penertiban tidak ada satu pun penambang pasir disana karena informasi kemungkinan sudah bocor.

"Mereka kerja habis sudah jadi kolong sampai belakang. Hampir setengah wilayah itu sudah jadi air, yang dulu sudah jadi kolong jadi kolong lagi sebelahnya," ungkap Suherman.

Halaman
12
Penulis: nurhayati
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help