Restoran Ini Bangkrut Gara-gara Beri Promo Makan Sepuasnya, ternyata Ini Penyebabnya

Pemilik sebuah restoran hotpot di Chengdu, China memberikan promo besar-besaran untuk pelanggan baru selama sebulan.

Restoran Ini Bangkrut Gara-gara Beri Promo Makan Sepuasnya, ternyata Ini Penyebabnya
odditycentral
hotpot 

BANGKAPOS.COM - Pemilik sebuah restoran hotpot di Chengdu, China memberikan promo besar-besaran untuk pelanggan baru selama sebulan.

Rupanya, hanya dalam waktu kurang dari dua minggu, promo itu justru membuat restoran tersebut bangkrut.

Pada tanggal 1 Juni lalu, Jiamener, nama restoran hotpot yang baru buka di Chengdu, provinsi Sichuan, China memberi promo menu makan sepuasnya dengan harga cukup murah.

Dengan harapan menarik pelanggan baru, pembeli diberi kesempatan mengisi perut sampai kenyang hanya dengan membayar 120 yuan atau sekitar Rp 250 ribu per hari, selama satu bulan penuh.

Kedua pemilik restoran sebelumnya sudah mengantisipasi akan mengalami kerugian finansial selama promo berlaku.

Tetapi, mereka berharap semua terbayar dikemudian hari dan banyak orang menjadi pelanggan setia restoran.

Rupanya, prediksi itu salah besar.

Baca: Dikenal Dukun Pijat Laris, Nenek 70 Tahun Simpan Plastik Berisi Puluhan Tulang Bayi Manusia

Secara teknis, promo makan sepuasnya yang ditawarkan restoran ini memang berhasil.

Melansir dari Odditycentral (20/6/2018), sebuah media China melaporkan, Restoran Jiamener melayani 500 pelanggan per hari.

Bahkan terlihat banyak pembeli antri di depan pintu sebelum restoran dibuka.

Selama 11 hari promo berlangsung, pemilik restoran, Su Zhe mengaku hanya tidur 2-3 jam sehari dan stafnya harus bekerja 10 jam untuk melayani pembeli.

Lalu, di mana letak kesalahannya?

Baca: Fantastis Segini Harga Hadiah Jam Baru Nagita Slavina Pemberian Raffi Ahmad, Seharga Mobil

Ternyata pihak manajemen restoran tidak membatasi pembeli.

Mereka hanya membuat kartu member yang tidak disertai foto, jadi tidak ada batasan bagi siapa saja yang ingin makan ke restoran tersebut.

Satu kartu member bisa dipakai beberapa orang yang berbeda.

Kesempatan ini tentu tidak disia-siakan pelanggan.

Beberapa dari mereka makan di Jiamener beberapa kali sehari, bahkan mengambil makanan lalu pergi.

Ada juga yang memberikan kartu member kepada keluarga atau teman-temannya, demikian penjelasan Su Zhe.

Baca: Bikin Iri Begini Gaya Pacaran Andri Putra Mantan Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo

Pemilik Jiamener telah berencana memberikan promo sebulan penuh, tapi baru 11 hari saja mereka sudah kehilangan uang 550 ribu Yuan atau sekitar Rp 1 miliar.

Akhirnya mereka memutuskan menutup restoran untuk menghentikan angka kerugian yang lebih besar.

Baca: Waduh Karena Hal Ini, Kate Middleton Dijuluki Putri Pemalas Oleh Ratu Elizabeth II

Pada akhirnya, kedua pemilik restoran Jiamener mengakui kegagalannya bukan karena pembeli yang tidak tahu aturan, tapi karena manajemen mereka yang buruk.

(TribunTravel.com/rizkytyas)

Editor: zulkodri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved