Sekolah Swasta Jangan Takut Kekurangan Siswa

Memang kita sangat miris dan menyayangkan kalau setiap tahun siswanya berkurang. Mengapa berkurang mereka

Sekolah Swasta Jangan Takut Kekurangan Siswa
Bangkapos/Nurhayati
Riky Ramdhani 

Laporan Wartawan Bangka Pos, Nurhayati

BANGKAPOS.COM, BANGKA--Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bangka Riky Ramdhani mengatakan pihak sekolah swasta di Kabupaten Bangka tak perlu khawatir kekurangan siswa, bersaing dengan sekolah negeri saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

Pasalnya sekolah swasta sudah memiliki pangsa pasar tersendiri saat PPDB. Untuk itu diharapkan pihak sekolah swasta bisa meningkatkan kualitas sekolah.

"Sekolah negeri itu punya kuota-kuota sendiri jumlah siswa. Seperti di SMP 2 Sungailiat yang kita anggap sekolah favorit mereka memiliki tujuh kelas dikali 32 orang per kelas sekitar 224 siswa. Itulah yang mereka terima. Ada yang tidak diterima di SMPN 2 bisa kesekolah lain. Sekolah swasta itu bukan menerima sisa siswa mereka punya pangsa tersendiri untuk siswa baru. Contohnya seperti SMP Harapan, siswa SD Harapan masuk SMP Harapan, Maria Goretti juga seperti itu YPK yang swasta," ungkap Riky kepada bangkapos.com, Sabtu (23/6/2018) di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bangka.

Menurutnya, jika sekolah swasta bersaing maka tidak akan kekurangan siswa saat penerimaan peserta didik baru.

Bersaing dalam pengertian peningkatan mutu sekolah.

"Memang kita sangat miris dan menyayangkan kalau setiap tahun siswanya berkurang. Mengapa berkurang mereka harus evaluasi karena jumlah siswa dari tahun ke tahun begitu begitu juga," kata Riky.

Untuk meningkatkan mutu sekolah, pihak sekolah swasta harus menyiapkan guru dan tenaga kependidikan.

"Kalau mereka merasa dirugikan oleh SMP Negeri dalam hal ini saya rasa tidak sebenarnya, karena jumlahnya sekolah negeri sudah tetap. Di dapodik juga menyatakan rombel tidak boleh lebih dari 32 orang. Kita di negeri sudah membatasi yang swasta silakan nyari pangsanya yang dapat dari kelebihan sekolah negeri atau pun punya pangsa tersendiri," saran Riky. 

Diakuinya, memang ada keluhan dari pihak sekolah swasta hal ini dimaklumi karena yang namanya pendidikan bukan perusahaan yang artinya harus profit, apalagi sekolah negeri.

"Ketika menanam saham investasi pendidikan ini profitnya, tidak ada keuntungan tapi keuntungan yaitu mencerdaskan anak bangsa,  20 tahun ke depan belum kelihatan. Bukan seperti di pabrik hari ini produksi minggu depan ini hasilnya tidak seperti itu," jelas Riky.

Oleh karena itu, ia mengharapkan sekolah swasta bisa bersaing dengan sekolah negeri.

Riky menilai sekolah swasta di Kabupaten Bangka bisa bersaing dengan sekolah negeri seperti YPK, Harapan, Setia Budi dan Maria Goretti yang sudah bagus. 

"Lembaga sekolah swasta banyak yang sudah melaksanakan UNBK. Sebenarnya itu salah satu potensi sekolah swasta untuk mengembangkan diri ke depan. Jadi sekolah swasta jangan takut kehilangan siswa yang penting mutunya. Apabila sudah mutu orang akan datang ke kita. Itu saja prinsipnya," tegas Riky.(*)

Penulis: nurhayati
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved