Menolak Dibayar Untuk Dakwah, Begini Kisah Awal Hijrahnya Hari Moekti

Pada dasarnya selama saya enam tahun jadi asistennya, beliau tak pernah nerima bayaran. Kalau ditanya bayaran

Menolak Dibayar Untuk Dakwah, Begini Kisah Awal Hijrahnya Hari Moekti
Tribunjabar
Hari moekti 

BANGKAPOS.COM--Semasa hidupnya dalam menjalankan dakwah, Ustadz Harry Moekti tidak pernah meminta bayaran.

Hal tersebut diungkapkan sang adik sekaligus asisten almarhum, Pupung Apun.

Dikatakannya Ustadz Harry Moekti selalu menolak untuk diberi bayaran.

"Pada dasarnya selama saya enam tahun jadi asistennya, beliau tak pernah nerima bayaran. Kalau ditanya bayaran berapa (untuk dakwah) beliau gak pernah jawab," kata Pupung Apun saat ditemui di Kampung Pasir Kuda, Cikreteg Bogor, Senin (25/6/2018).

Biasanya beliau hanya menerima fasilitas berupa tempat menginap dan transport, itupun jika ada panggilan dakwah di luar kota.

"Kecuali kalau ke luar kota kan ada transport dan hotel untuk menginap ya. Itipun tidak lebih. Kalau ada infak kan itu urusan mereka, tapi kita tidak pernah berpikir soal itu," jelasnya.

Kisah Awal Berhijrah

Adik dari alm Harry Moekti, Pupung Apun menceritakan tentang awal hijrahnya Harry Moekti dari seorang rocker.

Dirinya menceritakan awal hijrah kakaknya tersebut karna bertemu seorang ustadz di daerah Bogor pada tahun 1994.

Saat itu Harru Moekti yang masih berprofesi sebagai seorang penyanyi rock, mendapat ceramah dari ustadz tersebut hingga mengetuk hatinya.

Halaman
12
Editor: Iwan Satriawan
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help