Selalu Jadi Langganan Banjir Ini Harapan Relawati Warga Desa Sukamandi Kecamatan Damar Beltim

Banjir selalu menjadi hal yang biasa dialami oleh Relawati warga Desa Sukamandi Kecamatan Damar Kabupaten Belitung Timur.

Selalu Jadi Langganan Banjir Ini Harapan Relawati Warga Desa Sukamandi Kecamatan Damar Beltim
Bangka Pos / Suharli
Relawati Warga Desa Sukamandi Kecamatan Damar Kabupaten Belitung Timur ketika membersihkan rumahnya yang tergenang air, Senin (25/6/2018) 

Laporan wartawan Pos Belitung Suharli

BANGKAPOS.COM, BELITUNG TIMUR -Banjir selalu menjadi hal yang biasa dialami oleh Relawati warga Desa Sukamandi Kecamatan Damar Kabupaten Belitung Timur.

Curah hujan tinggi sejak pagi (24/6) hingga senin siang (25/6) menjadi pemicu terendamnya rumah Relawati. Ketinggian air sekiranya mencapai lutut orang dewasa. Rumah Relawati tepat berada dataran rendah di jalan raya sumatra ( jalan damar-manggar -red).

Ketika Posbelitung.co menyambangi rumah Relawati air masih terlihat mengenai seputaran rumah miliknya. bhakan di dalam rumah istri dari Tambun Hadiyansah tersebut masih digenangi air setinggi mata kaki. Relawati terlihat sibuk menguras air genangan dengan ember dibantu kedua anaknya.

Relawati mengatakan kejadian seperti ini juga pernah terjadi pada bulan Februari lalu, sedangkan banjir saat ini sudah dari pukul 03.00 dini hari.

"Kalau hujan biasa tidak banjir, kalau hujan deras pasti banjir," ujar Relawati kepada Posbelitung.co, (25/6/2018).

Diceritakan Relawati sekiranya pukul 01.00 dini hari, genangan air sudah mulai memasuki rumah, Ia bersama keluarganya bersegera berkemas menyelamatkan barang-barang elektronik dan pakaian ke atas lemari, sekiranya pukul 03.00 dini hari, air didalam rumahnya sudah mencapai lutut orang dewasa.

Air didalam rumah Relawati mulai surut ketika hujan mulai berhenti disiang harinya (25/6), namun genangan air masih tetap ada setinggi mata kaki orang dewasa.

Relawati juga mengatakan, sumber air yang membanjiri rumahnya bukan hanya dari tingginya curah hujan, air juga berasal dari arah belakang rumahnya, dimana disana terdapat kolong bekas tambang timah,

"Mungkin karena aliran airnya tersumbat sampah, atau teruruk tanah sehingga air mengalir kearah rumahnya," kata Relawati.

Dilanjut Relawati beberapa bulan lalu pernah terjadi kejadian serupa, namun parit aliran air di belakang rumahnya digali air langsung surut.

"Saya cuma berharap dibelakang rumah digali kembali dan diberi talut agar air dari kolong ketika hujan lebat tidak masuk ke kerumah kami," ujar Relawati.

Tak hanya Relawati, tetangganya pun juga mengalami hal yang sama. Mengetahui sering langganan banjir pihak keluarga tetangganya sudah menjemput terlebih dahulu tetangganya tersebut.(*)

Penulis: Suharli
Editor: zulkodri
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help