Piala Dunia 2018

Kini Lionel Messi dkk Bagai di Tepi Jurang, Nasib Argentina Dipertaruhkan di Gelanggang Pertempuran

Lionel Messi harus menghadapi tekanan internal dan eksternal untuk meraih Piala Dunia bagi Argentina.

Kini Lionel Messi dkk Bagai di Tepi Jurang, Nasib Argentina Dipertaruhkan di Gelanggang Pertempuran
MLADEN ANTONOV/AFP
Ekspresi megabintang Argentina, Lionel Messi, seusai laga Grup D Piala Dunia 2018 kontra Islandia di Spartak Stadium, Moskow, Rusia pada 16 Juni 2018. 

BANGKAPOS.COM - Bagaimana rasanya menjadi Lionel Messi saat ini, ketika mengetahui bahwa pada akhirnya ia sampai di pengujung? 

Rasa sakit, sakit hati, stres, amarah, frustrasi, keceriaan, harapan, suka cita, kebanggaan.

Inilah semua emosi yang mengalir melalui tubuh Lionel Messisetiap kali ia menarik seragam putih dan biru langit Argentina di atas kepalanya. Demikian tulis kolumnis Deadspin, Billy Haisley.

Pada saat-saat seperti ini, Lionel Messi harus menghadapi tekanan internal dan eksternal untuk meraih Piala Dunia bagi Argentina.

Sesudah laga melawan Kroasia, Messi tak ikut kawan-kawannya yang ramai-ramai menghibur diri di sebuah cafe.

Ia mengurung diri di kamarnya. Sendirian. Terpencil dalam keterasingan yang nyeri.

Bait ketiga dari sajak Friedrich Nietzsche, penyair dan filsuf Jerman, berjudul “Kesepian” menuturkan: Dunia itu pintu gerbang, ke seribu gurun bisu dan dingin, yang kehilangan, yang kau kehilangan, takkan berhenti di mana pun jua.

Usai pertempuran melawan Kroasia, pelatih Argentina, Jorge Sampaoli, dikepung dan diserbu para jurnalis.

Mereka tidak melakukan wawancara; melainkan interogasi. Sampaoli hampir tidak bisa mengangkat matanya.

Dalam berbagai kesempatan, ia menegaskan bahwa hanya satu orang yang harus bertanggung jawab atas fakta bahwa Argentina sekarang berada di ambang eliminasi, yaitu dirinya sendiri.

Halaman
123
Editor: fitriadi
Sumber: BolaSport.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved