Tim SAR Temukan Helm, Sandal, dan Pelampung Bermunculan di Danau Toba

Tim SAR gabungan banyak menemukan barang-barang yang diduga milik para penumpang kapal, seperti sandal, helm, dan pelampung.

Tim SAR Temukan Helm, Sandal, dan Pelampung Bermunculan di Danau Toba
KOMPAS.com/Tigor Munthe
Keluarga korban KM Sinar Bangun saat berada di Pelabuhan Tigaras, Kecamatan Dolok Pardamean, Kabupaten Simalungun, Rabu (20/6/2018). 

BANGKAPOS.COM, MEDAN - Hujan deras dan angin kencang mengiringi proses pencarian dan evakuasi korban Kapal Motor (KM) Sinar Bangun di Danau Toba, Senin (25/6/2018).

Di hari kedelapan ini, tim SAR gabungan banyak menemukan barang-barang yang diduga milik para penumpang kapal, seperti sandal, helm, dan pelampung.

Pelampung tersebut kemungkinan milik kapal fery yang dilemparkan untuk menyelamatkan para korban.

"Ada enam pelampung, empat helm, dan dua sandal dengan titik penemuan berbeda-beda. Kemungkinan karena terbawa arus. Kita masih mendalami apakah milik penumpang KM Sinar Bangun," kata Deputi Operasi Basarnas Brigjen Budi Nugroho.

Ketika barang-barang tersebut ditumpahkan ke darat, masyarakat dan keluarga korban langsung mengerumuninya untuk memastikan apakah milik anggota keluarganya.

Namun tak ada satu barang pun yang dikenali para sanak-saudara korban.

Tim gabungan pun terus melakukan penyisiran di darat, air, dan udara. Sambil memastikan apakah temuan objek di kedalaman 490 meter merupakan bangkai KM Sinar Bangun.

"Operasi terkendala cuaca buruk, kawasan Danau Toba hujan deras. Dua objek kemarin, sudah beberapa kali kita scan tapi belum bisa maksimal karena terganggu cuaca," ungkap Budi.

125 Orang Teridentifikasi

Sebanyak 125 orang yang diduga penumpang KM Sinar Bangun berhasil diidentifikasi Tim DVI. Sementara 74 orang lainnya dalam proses pengumpulan data fisik khas (antemortem).

Halaman
12
Editor: fitriadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved