Kabar Gembira, Pensiunan PNS Bakal Dapat Rp 20 Juta Per Bulan

Pemerintah memastikan akan mengubah skema pensiun untuk aparatur sipil negara (ASN) atau PNS.

Kabar Gembira, Pensiunan PNS Bakal Dapat Rp 20 Juta Per Bulan
http://tango.image-static.hipwee.com
Ilustrasi 

BANGKAPOS.COM, JAKARTA - Kabar gembira bagi para aparatur sipil negara ( ASN) terutama yang memasuki usia pensiun. Pasalnya pemerintah memastikan akan mengubah skema pensiun untuk ASN.

Adapun skema yang sedang difinalisasi saat ini adalah skema fully funded.

Mengutip Kontan.co.id, Rabu (27/6/2018), Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Asman Abnur mengatakan, skema ini dipercaya bisa membuat sistem pensiun ini bisa lebih baik dan memberikan kebahagiaan bagi para ASN.

Sebagai gambaran awal, skema fully funded ini nantinya dana pensiun dibayarkan bersama-sama antara ASN dengan pemerintah selaku pemberi kerja. Dengan begitu, ditargetkan dana pensiun yang diterima ASN bisa lebih besar dari yang sekarang.

Namun sayangnya, Asman masih belum bisa menjelaskan secara detail skema fully funded ini. Alasannya, masih terus dimatangkan di tingkat kementerian.

Baca: Jagoannya di Piala Dunia Kalah, Donna Agnesia Dihukum Sang Suami Pegang Belut

Tapi melalui model baru ini, investasi dana pensiun bisa lebih bermanfaat seperti penyiapan kompleks perumahan atau apartemen untuk ASN.

Bahkan untuk hal ini pemerintah berencana untuk menyerahkan pengelolaan dana pensiun ASN tidak hanya kepada PT Taspen (Persero).

"Belum tentu BUMN, bisa juga badan lain. Kami berharap manfaat pengelolaan dana ini benar-benar bermanfaat buat kesejahteraan ASN," kata Asman saat ditemui di Kantor Presiden usai rapat terbatas, Selasa (26/6/2018).

Terkait dengan hal ini, Asman memastikan lembaga lain itu juga akan diintegrasikan dengan Taspen.

"Karena organnya udah ada, aturan khusus yang diterapkan ya betul-betul manfaatnya, investasinya, keamanan investasinya, nanti orientasinya demi kesejahteraan ASN," tambahnya.

Halaman
12
Editor: fitriadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help